6 Tipe Orang Ini Menjadi Calon Penghuni Surga Firdaus

Sungguh luar biasa keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang mukmin. Yakni diberikan hadiah spesial di sisi-Nya berupa surga firdaus. Yang mana mereka merupakan hamba Allah yang senantiasa menjunjung tinggi akan semua perintah-perintah yang diamanatkan kepada mereka di dunia. Sehingga tidak salah bila mereka diganjar dengan pahala yang begitu besar, hingga diletakkan pada posisi mulia di akhirat kelak.
Gambar: shootalita.wordpress.com
Tipe orang mukmin yang selalu meyakini serta mentaati perintah-perintah Allah SWT ini memang memiliki tanda-tanda yang bisa terlihat oleh kasat mata. Sehingga dengan adanya tanda-tanda tersebut, Allah SWT menjadikan hamba-Nya untuk menjadi salah satu golongan orang mukmin yang dimuliakan-Nya. Seperti apa yang telah dijanjikan Allah dalam kitab suci Al-Quran, surat Al-Mukminun ayat 1 sampai 11.

Dengan adanya hal tersebut, kita sebagai umat beragama tidak terputus dari yang namanya berlomba-lomba untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada-Nya. Nah, Inilah 6 tipe orang yang akan menjadi calon penghuni surga firdaus.

1. Orang Yang Khusyuk Dalam Menjalankan Ibadahnya
Dalam mengerjakan sholat yang disertai dengan penuh keikhlasan dan khusyuk, maka hal demikian memang menjadi pertanda orang yang mukmin. Sehingga dari situ mereka termasuk golongan orang-orang yang beruntung, dan patut menjadi pewaris surga Firdaus di akhirat kelak.

Q.S Al-Mukminum ayat  1-2 menjelaskan :
“ Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya ”.

2. Orang Yang Selalu Menjaga Ucapannya
Bagi orang-orang yang menjaga diri dari  perkataan buruk yang menjadikannya lupa kepada Allah SWT, Maka hal tersebut memang menjadi salah satu pertanda bahwa mereka termasuk golongan orang-orang mukmin. Dan Allah akan menjadikan mereka termasuk golongan orang yang beruntung, dan dimuliakan di dunia maupun di akhirat. Terlebih lagi menjadi salah satu pewaris surga Firdaus. Subhanallah..!

Hal demikian memang sesuai dengan firman Allah SWT, yang telah termaktub dalam Q.S Al Mu’minun ayat 3 yakni : “ Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna ‘’.

3. Rajin Membayar Zakat
Selalu menunaikan kewajiban zakat, terutama zakat Fitrah dan Mal serta tidak lupa untuk bersedekah, Merupakan tipe orang yang memiliki jiwa sosial tinggi dan patut untuk menjadi sosok orang mukmin yang mendapat kemuliaan. Sehingga tidak salah bagi mereka diganjar oleh Allah SWT berupa surga Firdaus yang dipenuhi dengan kenikmatan abadi.

Hal demikian memang menjadi pertanda bagi orang mukmin yang beruntung, sesuai dengan keterangan dalam Al-quran surat Al-Mu’minun ayat ke-4 yakni : “ Dan orang yang menunaikan zakat ‘’.

4. Orang Yang Selalu Menjaga Kehormatannya
Orang yang selalu menjaga kehormatannya, maka hal demikian memang salah satu tanda-tanda orang yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT, yakni di masukkan ke dalam surga Firdaus. Di mana tipe orang yang semacam ini, mereka akan selalu menjaga kemaluannya dan menghindari perkara maksiat yang tentu hal tersebut dilarang oleh Allah SWT. 

Q.S. Al-Mu’minun ayat ke-5 sampai 7 yang berbunyi : “ Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, Maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ‘’.

5. Orang Yang Menepati Janji Dan Amanat
Memang dalam menjalankan amanat yang diberikan oleh Allah SWT, baik itu amanat orang tua untuk mendidik anaknya, amanat dan kewajiban seorang pemimpin untuk menyejahterakan rakyatnya dan lainnya, memanglah tidak mudah. Akan tetapi, jika seseorang mampu dalam menjalankan semua amanat yang diberikan tersebut, maka Allah SWT akan mengganjarnya dengan kemuliaan yang luar biasa. Yakni salah satunya menjadi pewaris surga Firdaus yang penuh dengan kenikmatan. 

Q.S Al-Mu’minun ayat ke-8 yakni : “ Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya ’’.

6. Selalu Menegakkan Shalatnya
Orang yang memiliki pendirian kuat dalam menjalankan sholat hingga istiqamah, maka ia juga termasuk tanda-tanda dari golongan pewaris surga Firdaus. Selain itu dalam mengerjakan sholat tepat waktu dan penuh dengan ke-istiqomahan ini, juga akan memberikan fadhilah yang cukup luar biasa. 

Q.S  Al Mu’minun ayat ke-9  sampai 11 yang berbunyi : “ Serta orang yang memelihara shalatnya, Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya ’’.

Oleh karena itu, mari kita senantiasa berlomba-lomba beramal kebaikan, sehingga dijadikan oleh Allah SWT termasuk golongan orang-orang mukmin yang menjadi pewaris surga Firdaus di akhirat kelak. Amiin...

Kontributor : Arv. Muh, Rah. Wn  / Asadenanyar.com

Informasi Pendaftaran Santri Baru Tahun 2017, Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang

Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, Membuka penerimaan Santri baru ( Putra - Putri ) Tahun ajaran 2017 / 2018.


Pendaftaran santri baru, Bisa langsung datang ke kantor Asrama, Atau menghubungi kontak di bawah ini :

Untuk Santri Putra :

Telp. 085838080888  /  081338080888  /  081515392399 

Untuk Santri Putri : 

Telp. 085707067553

Sebagai informasi tambahan, Berikut brosur informasi pendaftaran / penerimaan santri baru Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang :





Informasi Pendaftaran Siswa / Siswi Baru MTsN Denanyar Jombang Tahun 2017

MTsN Denanyar Jombang membuka penerimaan Siswa baru tahun ajaran 2017 / 2018.

Berikut informasi pendaftaran Siswa baru, seperti yang tertera pada brosur di bawah ini :








Informasi Pendaftaran Siswa / Siswi Baru MAN Denanyar Jombang Tahun 2017


MAN Denanyar Jombang membuka penerimaan Siswa baru tahun ajaran 2017 / 2018.

Berikut informasi pendaftaran Siswa baru, seperti yang tertera pada brosur di bawah ini :




Ketahui 6 Perkara Yang Dapat Merusak Amal Baik

Gambar: principalspage.com
Setiap amal baik yang dikerjakan dengan keikhlasan dan benar-benar mengharap ridho dari Sang Pencipta Alam Semesta, akan mendapat pahala yang mampu menuntun hidup menjadi lebih bahagia dunia akhirat. Namun hidup di dunia tidak hanya diselimuti dengan adanya kebaikan semata. Tidak sedikit pula perkara yang menjadi benalu akan setiap amal perbuatan baik itu sendiri. 

Sehingga memang perlu kita sadari, bahwa untuk mencapai puncak kehidupan yang selalu mendapat kenikmatan dan keberkahan di dunia dan akhirat, haruslah dibarengi dengan tekad yang kuat dan penuh perjuangan. Dan setiap alur kehidupan di dunia ini menjadi salah satu faktor penentu akan tercapainya kehidupan selanjutnya, yakni di akhirat kelak.

Di mana mulai dari faktor penentu ini, akan bisa diganjar dengan perkara yang pasti, yakni menjadi golongan Ahli surga yang senantiasa mendapat rahmat dan kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT. Oleh sebab itu jika kita menginginkan semua amal baik yang dikerjakan ini senantiasa diterima dan mendapat ridho dari-Nya, maka perhatikanlah akan perkara yang justru malah merusak akan setiap amal baik yang akan kita kerjakan.

Karena setiap menjalankan amal baik, belum tentu juga semulus apa yang kita bayangkan. Dan terkadang juga dipenuhi dengan ujian yang perlu kita hadapi atau kita sikapi dengan bijak.

Dan inilah 6 perkara yang justru bisa merusak akan setiap amal baik di dunia :

1. Membicarakan Aib Seseorang
Mengerjakan amal baik merupakan suatu perkara yang kita investasikan, agar nantinya Allah SWT senantiasa melindungi serta memberikan rahmat-Nya untuk diri kita, dan memberikan kehidupan yang berkah dunia akhirat. Akan tetapi jika dalam mengerjakan suatu amal baik ini diselingi dengan perkara yang bathil, maka malah akan menjadikan amal baik tersebut rusak. Seperti halnya menyelinginya dengan menyibukkan diri untuk membicarakan aib orang, baik itu dengan cara ghibah, namimah, maupun perkara buruk lainnya. 

Oleh sebab itu setidaknya perkara buruk ini harus kita hindari, agar semua amal baik yang kita lakukan tidak sampai rusak, atau tercampur aduk dengan perkara yang bathil.

2. Hati Yang Keras
Hati yang tertutup dan berubah menjadi keras, akan menjadikan diri menjadi angkuh dan sombong. Meskipun seseorang mengetahui akan kebenaran yang harus ditegakkan dan dijalankan, namun karena adanya hati yang keras ini, maka semua amal baik akan bisa rusak, bahkan bisa menjadi penghalang untuk menuju jalan petunjuk yang diridhoi Allah.

Maka hendaknya kita bisa menjauhi dari sifat kerasnya hati ini, dan mampu membimbing diri kita untuk menuju ke arah yang benar dalam menjalani hidup. Untuk menghindari atau menjauhkan diri dari karakter hati yang keras, sebaiknya seringlah mengingat akan semua karunia yang diberikan Allah kepada kita, yakni hanyalah sebatas titipan dan amanat. Dan suatu ketika semua titipan atau amanat ini akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

3. Terlalu Cinta Dunia
Memang pada dasarnya semua nikmat  yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita selama hidup di dunia, merupakan fasilitas yang berguna untuk kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi jika kita sampai terlena atau terkena tipu daya setan untuk terus terusan cinta kepada perkara duniawi, hingga pada akhirnya akan lupa urusan akhirat. Maka dari situ akan menjadikan rusaknya semua amal baik yang selama ini kita jalankan. 

Oleh karena itu, gunakanlah perkara duniawi menjadi jalan untuk menggapai akhiratmu. Sebatang kenikmatan yang kita dapatkan, bisa menjadi permata yang indah ketika kita bisa menjadikan sebatang perkara duniawi ini untuk menggapai ridho Allah SWT. 

4. Sedikit Rasa Malu
Sesuai dengan sabda Nabi yang telah termaktub dalam Hadits Shahih bukhari, menjelaskan bahwa: “ Sesungguhnya malu adalah sebagian dari Iman ’’. Kata malu yang dimaksud yakni malu kepada Allah Untuk melakukan perbuatan keji. Dan bagi setiap insan yang kehilangan rasa malunya dan berbuat sesuka hati, tanpa memperhatikan akan setiap batasan dan tuntunan agama yang telah diajarkan, maka hal tersebut mampu merusak setiap perbuatan atau amal baik yang dilakukan. Di mana seseorang akan mudah sekali lengah, dan lupa akan tuntunan agama tersebut, serta terjerumus pada perkara buruk yang dilaknat oleh Allah SWT. 

Oleh karena itu, menjaga hati dan pikiran untuk selalu mengingat akan kebesaran-Nya itu amat diperlukan. Dengan begitu akan menjadikan diri untuk selalu memperkokoh keimanan, serta menjauhi akan larangan yang telah ditetapkan. 

5. Panjang Angan-angan
Hal demikian memang sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh Sahabat Ali Bin Abi Thalib R.A, Beliau berwasiat : 

“ Yang saya sangat khawatirkan atas kamu adalah dua macam yaitu: Panjang angan-angan dan menuruti hawa nafsu. Karena panjang angan-angan itu dapat melupakan akhirat dan menurutkan hawa nafsu itu menghalangi dari kebenaran (hak). ”

Bagi setiap insan yang memiliki panjang angan-angan ini disebabkan oleh dua hal, yakni karena kebodohan dan terlalu cinta dunia. Di mana kedua faktor ini, akan selalu mengarahkan jiwa dan raga seseorang untuk terus menerus meraih perkara dunia tanpa henti. Hingga pada akhirnya melupakan urusan akhirat, yang sebenarnya menjadi perkara yang harus dilaksanakan dan diperkokoh.

Sehingga dari situ akan menjadikan seseorang untuk menghalalkan berbagai macam cara dalam menggapai perkara dunia yang dituju. Alhasil, Semua amal baik yang sebenarnya menjadi petunjuk bagi dirinya, kini telah rusak akibat mata hati yang telah terlena dengan adanya sifat ini.

6. Berbuat Kedzaliman Yang Tiada Henti
Sungguh besar karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap makhluk-Nya. Rizki yang di dapat memang haruslah dibarengi dengan rasa syukur yang ditujukan hanya kepada-Nya. Dan jika kita kurang menyukuri tentang pemberian nikmat ini, maka akan memicu seseorang untuk berbuat dzalim.

Sehingga dari kdzaliman tersebut akan bisa merusak semua amal baik yang kita lakukan. Layaknya memberikan sebagian rizki kepada seorang yang kurang mampu, namun dibarengi dengan riya’, bukankah demikian itu akan bisa menghapus pahala dari amal baik yang telah diperbuat..?. Itulah mengapa kedzaliman ini mampu merusak akan setiap amal baik yang hendak dikerjakan.

Beberapa perkara di atas memang didasarkan kepada hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami, dari rawinya Imam Adi bin Hatim. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda :

" Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan  : Sibuk mencari aib  orang lain , keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang lamunan / khayalan, dan kedzaliman yang tidak pernah berhenti "

Semoga dari adanya enam perkara tersebut bisa kita hindari, dan mampu menerapkan semua amal baik dengan penuh keikhlasan. Serta dengan semata-mata hanya mengharap ridho dari Sang Pencipta alam semesta. Amiin.... 
Kontributor : ARBAMEDIA Team