Menuju Indonesia Sebagai Pusat Study Kaligrafi Dunia


    Sabtu malam 16 September 2017 acara penutupan festival dan pameran kaligrafi asean berlangsung khidmat. Acara yang bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang diawali dengan suratul Fatihah dilanjutkan  pembacaan ayat suci alqur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, hubul wathon minal iman tak ketinggalan mars gerakan ayo modok dan mars mamba'ul ma'arif. 
     Selanjutnya pada sambutan yang pertama Ustadz atho’illlah selaku ketua panitia festival dan pameran kaligrafi ASEAN  mengatakan “acara yang dimulai sejak tanggal 14 september 2017 sampai malam ini alhamdulillah berjalan dengan  lancar, baik di segi peserta yang hadir, tamu undangan ataupun dalam segi acara yang dijalankan”.
     Beliau juga mengingatkan bahwasanya malam ini bukanlah sebuah akhir tetapi sebagai awal dimulainya generasi emas peradaban kaligrafi di Indonesia, dimulai dari asean mari jadikan Indonesia sebagai pusat kaligrafi dunia pungkasnya.
Bila dilihat dari antusias peserta yang hadir ternyata bukan hanya dihadiri dari negara asean akan tetapi juga ada dari cina, saudi arabia, maroko dan turki oleh karenanya menurut gus aik selaku ketua hari santri nasional acara kaligrafi ini bukan hanya asean tetapi sudah bisa dikatakan sekelas dunia. Sesuai dengan Nahdhotul Ulama' yang sangat peduli dengan khasanah budaya dan seni maka termasuk seni  kaligrafi di Indonesia haruslah kita dukung untuk lebih maju kedepanya. Terlebih kaligrafi yang ada di sekolah kaligrafi al-Qut'an (sakal) mamba'ul ma'arif ini mempunyai sanat yang bersambung.
     Lain halnya dengan KH. Abdussalam shohib yang sangat menekankan kegiatan seperti ini haruslah mendapatkan suport tidak hanya dari para santri dan organisasi islam tetapi juga dukungan dari para petinggi negeri ini untuk memfasilitasi acara-acara seperti ini kedepanya, karena ini sangat penting bagi sebuah negara yang mayoritas agama islam maka sudah selayaknya budaya yang bernuansa islami huruslah didukung sepenuhnya.
     Setelah ini semoga semakin banyak kaligrafer-kalugrafer indonesia yang diakui dunia ucap beliau.
     Acara ini disebut telah melampaui ekspetasi awal, karena belum pernah acara kalgrafi seperti ini di helat di Indonesia, maka ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Oleh karenanya mewakili Derektur General IRCICA yang sehari sebelumnya lebih dulu bertolak kejakarta Dr Said Qosimoglu Sekjen IRCICA menyampaikan rasa senang dan bangganya atas kesuksesan acara yang dihelat di ponpes Mamba'ul Ma'arif ini terlebih terimakasih beliau ucapkan kepada ketua panitia acara atho'illah yang telah sembuat acara ini berjalan dengan baik, begitupun Syekh Bilaid Hamid pencipta madzhab khat alhamidi menganggap acara ini adalah acara terbaik dan akan menjadi sangat bagus untuk perkembangan khat dan kaligrafi khususnya di Indonesia dan Asean.

   Adapun ketua partai kebangkitan bangsa Muhaimain Iskandar yang hadir dalam penutupan acara kaligrafi asean ini menyampaikan  tentang “Seni adalah media untuk menyampaikan rasa tanpa batas”, penggalan tersebut  beliau ucapkan disela-sela pembicaraan beliau tentang pentingnya  acara ini diselenggarakan, sangat mengharapkan kelanjutan dari acara tingkat asean ini menjadi dunia, dan ini akan menjadi bukti semakin majunya kaligrafi di Indonesia. Semua pihak haruslah mendukung acara yang seperti ini, untuk indonesia hebat.
Selanjutnya acara  diakhiri dengan do’a dari beliau KH Zainal Arifin.
     Semoga dengan ini perkembangam kaligrafi Indonesia semakin maju dan seperti  harapan dari KH Abdussalam Shohib seklaku pengasuh ponpes mamba'ul ma'arif denanyar dan juga ust. Atho'illah selalu derektur sekolah kaligrafi al-Qur'an (sakal) untuk menjadikan pusat study kaligrafi dunia berada di Indonesia dan jombang menjadi tempat yang tepat untuk itu.


Oleh. Ismail Dwe
Editor. Santriasa

Pameran Ijazah Asean dan 20 Karya Pilihan IRCICA Warnai Workshop Kaligrafi di Denanyar Jombang

Pameran Ijazah Asean merupakan salah satu agenda pokok dalam event kaligrafi akbar yang akan dihelat oleh SAKAL (Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an) Jombang, pada 14-16 September mendatang. Pameran ijazah yang dimaksud adalah pameran jenis-jenis ijazah kaligrafi yang selama ini telah berkembang di dunia asean melalui jalur al-Ustadz Belaid Hamidi di beberapa jenis khot, seperti riq’ah, diwani, jaly diwani, nasta’liq, maghribi dan juga naskhi. Tidak hanya ijazah para kaligrafer putra bangsa, tetapi pameran kali ini juga menyuguhan sejumlah ijazah dari kaligrafer negara Asean lainnya seperti Malaysia, Singapura dan juga Thailand.
Melengkapi pameran ijazah Asean, juga akan ditampilkan karya-karya pilihan yang sengaja diboyong oleh Direktur Utama IRCICA, Dr Halit Eren. Tidak tanggung-tanggung, sejumlah karya dari kaligrafer ternama seperti al-Ustadz Dawud Bektasy, Ustadz Osman Ozcay, Ustadz Abdurrahman Depeler, serta karya-karya pilihan lainnya akan turut menghiasi Aula Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang pada 14-16 September mendatang.
“Karya-karya pilihan ini sengaja disiapan jauh hari dan Dr Halit Eren meminta slot khusus supaya karya para master tersebut dipajang bersama pameran ijazah yang akan diadakan di Aula Mambaul Ma’aarif nanti. Karena itu kami harapkan pada rekan-rekan kaligrafer tanah air benar-benar memanfaatkan moment berharga ini untuk sama-sama terus belajar dan menimba ilmu dalam bidang kaligrafi, bersama memajukan kaligrafi di tanah air.” Demikian tegas Atho’illah, direktur madrasah SAKAL Jombang. 

[nur/ sakalfestival.com]
Santriasa

PAHALA PUASA DZULHIJAH

        Malam senin (21/8) kegiatan istighosah dan mauidhoh hasanah di asrama sunan ampel P.P. Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang berjalan lancar. KH Jauharul Afuf Lc Al-Hafidz, menyampaikan banyak hikmah dalam puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijah. "Puasa tanggal 1 Dzulhijah hikmahnya akan diampuni dosanya sebagaimana Allah Swt memaafkan Nabi Adam As. dari kesalahanya memakan buah khuldi", jelasnya.

      Orang yang berpuasa tanggal 2 Dzulhijah do'anya akan dikabulkan sebagaimana Allah Swt menerima do'anya Nabi Yunus As dalam perut ikan. Puasa tanggal 3 Dzulhijah akan dikabulkan semua do'anya sebagaimana Allah Swt mengabulkan do'a Nabi Zakariya As. Puasa tanggal 4 Dzulhijah menyebabkan kita terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan. Hari itu Nabi Isa As dilahirkan.
Puasa tanggal 5 Dzulhijah akan dibebaskan dari kemunafikan dan adzab kubur. Ini hari Nabi Musa As dilahirkan. Puasa tanggal 6 Dhulhijah akan dipandang oleh  Allah Swt dengan penuh rahmat dan tidak akan diazab. Ini hari dimana Allah Swt membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya. Puasa tanggal 7 Dzulhijah maka Allah akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tiga puluh pintu kesenangan dan kemudahaan.
     Puasa tanggal 8 Dzulhijah akan diampuni dosanya satu tahun. Puasa tanggal 9 Dzulhijah menjadi  tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Diambil dari Jawa Post rubik jurnalistik siswa
Oleh. Muhammad Zidni Ilman
(santriasa ppmm)

Ma'na Lomba Santri dalam HUT RI ke 72

NILAI GEBYAR HUT INDONESIA KE 72.
.
     Hari Jum'at keadaan asrama pondok kami sangat riuh dengan adanya lomba dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.
       Menurut ustadz Luqman kemeriahan yang ada di bulan Agustus setiap tahunya ini adalah salah satu wujud sukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan angureah kemerdekaan kepada kita bangsa indonesia. Dan adapun lomba-lomba yang khas ada disetiap perayaan kemerdekaan ini adalah sebagai monumen kemerdekaan yang hanya bisa kita lihat satu kali dalam satu tahun.
      Karenanya kami sebagai santri tidak akan menghilangan monumen kemerdekaan tersebut, karena dengan adanya hal tersebut kita bisa merasakan indah dan nikmatnya sebuah kemerdekaan yang telah diberikan.
 لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
   Adapun lomba dalam rangka memperingati kemerdekaan kali ini meliputi lomba futsal, volly, makan kerupuk dan balap kelereng. Walaupun waktu pelaksaan lomba sangat singkat tetapi alhamdulillah semua sukses dan berjalan lancar berkat antusias para teman-teman santri sekalian.
         Bukan tetang kalah atau menang, kebersamaan dan kekompakan adalah hal terpenting yang bisa kami dapat dari adanya kegiatan ini. Dikarenakan hadiahnya pun tidak seberapa, begitu canda teman kami rahmat.
     Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 72, Indonesia semakin jaya.
.pondok denanyar, 18-08-2017
.
Oleh. Hamba Allah
Editor/publiser. Team santriasa
.
Vidio kemeriahan kami

   

Hukum Hormat Bendera Menurut Hasil Musyawaroh Ulama' Jombang



Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-
pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.
Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus ‘Imarah Masjid Jami’ Kauman Utara Jombang.
Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.
Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:
“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”
Jawaban:
Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.
Keterangan dari kitab:
Hasyiah al-Bajury ‘ala Syarh Ibn Qasim,
ويكره تقبيل القبر واستلامه، ومثله التابوت الذي يجعل فوقه، وكذلك تقبيل الأعتاب عند الدخول لزيارة الأولياء إلا إن قصد به التبرك بهم فلا يكره
Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.
Adapun para ulama Jombang itu adalah:
1. K.H. M. Bisri Syansuri
2. K.H. Adlan Aly
3. K.H. Mahfudz Anwar
4. K.H. Syansuri Badawy
5. K. Muhdlor
6. K.H. Mansur Anwar
7. K.H. Abdul Fattah Hasyim
8. K.H. Cholil
9. K.H. Syansun
.
Oleh. Yusuf Suharto