Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PESANTREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PESANTREN. Tampilkan semua postingan

HISTORIS HARI TARWIYAH, AROFAH dan NAHR DIBULAN DZUL HIJJAH

Sewaktu Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu untuk hijrah menuju Baitul Maqqodas Pelestina sedikit ada rasa gundah dalam hatinya dengan terus bertambahnya umur namun belum juga dikaruniai ketururan yang akan meneruskan dakwah, karenanya sesampai di Baitul Maqqodas berdo’alah Ia dengan sungguh-sunggug kepada Allah Swt:
 رَبِّ هَبْ لِى مِنَ الصَّـالِحِينَ
Wahai Tuhanku, Kurniakanlah kepadaku anak keturunan yang terhitung dari orang-orang yang sholeh.(Qs. Ash-shoffat,100)

Do’a Nabi Ibrahim As diwujudkan oleh Allah Swt dengan lahirnya putra beliau bernama Ismail yang mempunyai sifat halim murah hati, penyantun dan penyabar(1). Namun belum lama kebahagian Nabi Ibrahim As dengan adanya putra beliau  yang sudah mulai tumbuh dewasa (2) beliau diingatkan lewat mimpi atas sebuah nazar yang pernah  diucapankannya, yakni sewaktu Nabi Ibrahim AS pernah mengorbakan 1000 ekor kambing, 300 ekor lembu dan 100 ekor unta yang membuat masyarakat bahkan para malaikat amat kagum dengan perbuatannya, Hinggalah beliau berkata, "Semua yang menjadi qurbanku itu belumlah menjadi apa-apa bagiku. Demi Allah, kalau aku mempunyai anak lelaki, tentu aku akan persembahkan juga di jalan Allah dan aku korbankan dia untuk Allah SWT." 

Ibnu Abbas Ra berkata(3): "Ketika pada malam tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim As tidur dan bermimpi ada yang berkata: "Hai Ibrahim, tunaikanlah nazarmu!". Maka keesokan harinya Nabi Ibraom As berfirkir tentang mimpiya tersebut, apakah mimpinya itu dari Allah atau dari syaitan?. Adapun "Berfikir" dalam bahasa Arab disebut "Tarawwana" (kata kerja), sedangkan kata bendanya disebut "Tarwiyah", oleh karnanya hari itu 8 Zulhijjah disebut dengan hari Tarwiyah.
Pada malam selanjutnya, Nabi Ibrahim As bermimpi untuk kali keduanya dengan ihwal yang sama, maka pada esok harinya tanggal 9 Dzulhijjah, dia mulai mengerti  bahwa mimpi tersebut berasal dari Allah Swt. Adapun “Mengerti” dalam bahasa Arab diebut "Arafa" (kata kerja), sedangkan kata bendanya\ adalah "Arafah". Oleh sebab itu hari 9 Dzulhijjah dinamakan hari Arafah, dan tempat  peristiwa tersebut juga dinamakan  tanah Arafaat. 
Kemudian dimalam ketiganya, Nabi Ibrahim As kembali bermimpi  hal yang sama. Maka yakinlah Nabi Ibrahim As akan mimpinya atas perintah untuk melaksanakan nazar yang pernah diucapakanya, yaitu menyebelih putra tercintaya. Maka esok harinya bertempat di Mina, berkatalah Nabi Ibrahim As kepada puteranya Nabi Ismail As:
Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!"(4)
Nabi Ismail As menjawab:
Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah Swt kepada engkau bapaku insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."(5)

Mendengar kata-kata puteranya itu, Nabi Ibrahim As menyadari bahawa permohonannya kepada Allah Swt benar-benar dikabulkan mempunyai kpeturunan yang sholih yang ada pada diri Nabi Ismail As. Memuji dan bersyukur kepada Allah Swt dengan sebanyak-banyaknya di ucapkannya kemudian.
Lalu ketika keduanya telah berserah diri, Nabi Ibrahim As membaringkan putranya diatas pelipisnya, untuk melaksanakan perintah Allah. Lalu datanglahlah wahyu:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108) سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ(111)

Artinya: Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu, Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(105) Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.(106) Dan Kami tebus anak tersebut dengan seekor sembelihan yang besar.(107) Dan Kami abadikan untuk Ibrahim pujian di kalangan orang-orang yang datang kemudian(108) "Salam sejahtera bagi Ibrahim."(109)Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(10) Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman(111) (Qs. Ash-Shoffat).

Adapun menyembelih  bahasa arabnya "Nahara" kata kerja, dan kata bendanya "Nahrun", maka hari itu disebut Nari Nahar(6). Dan hari Nahar itulah Iblis tidak henti-henti berusaha menggagalkan usaha Nabi Ibrahim As menjalankan perintah Allah Swt, hingga tiga kali Iblis mendapat lemparan batum keadaan tersebut diabadikan dalam bentuk melontar  jamrah di dalam ibadah haji.

Oleh. iqbal

_____________________________________
[1]   فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (الصفات، 101)
[2]  فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعىَ (الصفات، 102)
artinya Maka ketika anaknya itu sampai ke peringkat umur yang membolehkan dia- berusaha bersama-sama dengannya.  ulama tafsir mengatakan 7 tahun, ada juga yang mengatakan 13 tahun
[3]  قال ابن عباس رضي الله تعالى عنهما : لما كانت ليلة التروية ونام, رأى في المنام من يقول: يا إبراهيم أوف بنذرك, فلما أصبح أخذ يتر وى: أي يتفكر أهو من الله أم من الشيطان؟ فلذا سمى يوم التروية, فلما أمسى رأى ثانيا في المنام, فلما أصبح عرف أنه من الله, ولذا سمى ذلك اليوم يوم عرفة, واسم ذلك المكان عرفات, ثم رأى في الليلة الثالثة مثله, فهم بنحره, ولذا سمى يوم النحر
[4]  Durottn Nasihin hal. 179 juga sama dengan pedapatnya Imam Ibnu qodamah dalam Al-Mughni juz 3 hal. 249, walaupn banyak pendapat lain tentang seperti dalam Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj juz 6 hal 137 Hari Tarwiyah adalah hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Disebut tarwiyah karena pada waktu itu air sangat melimpah. Sedangkan hari ke-9 Dzulhijjah dinamakan Hari Arafah, karena pada hari itu diwajibkan bagi jamaah haji untuk wukuf di Arafah. Jika dilanjutkan, hari ke-10 Dzulhijjah dinamakan Hari Nahr atau Hari Qurban, hari ke-11 disebut Hari Maqarr (menetap di Mina), hari ke-12 Nafar Awal, dan hari ke-13 Nafar Tsani. Juga pendapat di fatul mu’in yang mengatakan nama “Arafah” karena disitulah Nabi Adam dan Siti Hawa “ta’arafa”saling mengenal dan pendapat lainya.
 [5] قَالَ يابُنَيَّ إِنِّيْ أَرى فِى الْمَنَامِ أَنِّيْ أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرى ) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعىَ , (الصفات، 102(
 [6]  قَالَ ياأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللّهُ مِنَ الصّابرين ) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعىَ , (الصفات، 102(

HUKUM NIAT PUASA ROMADHON SATU BULAN PENUH




Image result for HUKUM NIAT PUASA RAMADHAN SATU BULAN PENUH
.
Mas Ahmad adalah seorang santri yang sedang pulang liburan bulan puasa, sudah menjadi kebiasaan di desanya kalau ada santri yang pulang pasti menjadi tempat bertanya masalah agama, entah tanya beneran atau sekedar mengetes, tp itulah yg terjadi. singkat kata Mas Ahmad ditanya oleh tetangganya perihal niat puasa Romadhon.

Penanya         :
bagaimana hukum puasanya orang yang telah niat puasa Romadhon sebulan penuh(dijamak niatnya) diawal malam bulan Romadhon,? apakakah hari selanjutnya tidak perlu niat puasa lagi ??
Mas Ahmad pun menjawab dengan gaya ala peserta bahshul masail.
Mas Ahmad  :
Adapun hukum puasanya seseorang yang niat puasa sebulan penuh (dijamak bahasa santrinya) pada malam awal Romadhon untuk puasa di hari-hari setelah hari pertama  adalah khilaf antar madzhab atau ulama madzhab berbeda pendapat; (1)

1.menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh tersebut chanya cukup untuk puasa satu hari yang pertama saja. sehingga wajib  niat kembali dihari-hari selanjutnya, jika tidak maka tidak sah puasanya di hari-hari selanjutnya tersebut yang tanpa niat, kecuali puasa romadlon hari pertamanya saja.
2.sedangkan menurut imam Malik niat puasa romadlon untuk sebulan penuh sdah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali, yang artinya jika tidak niatpun sudah sah karena niatnya sudah sebulan penuh pada malam hari pertama awal puasa Romadlon tersebut. [ Fathul Mu'in 55, Hasyiya qulyubi wa 'umairoh 2/67, Al majmu' syarah muhadzab 6/303, Hasyiyah al bajuri 1/288,].

Adapun niat puasa sebulan penuh (dijamak bahasa santrinya) pada malam awal puasa romadhon itu sendiri hukumya sunah menurut madzhab Syafi'i, dengan maksud mengambil kemanfaatan bertaqlid pada pendapat Imam Malik. (2)


Oleh. Pengurus Diniyiah ASA
_________________________________________________________________________________ 

 (1)
فلو نوى ليلة اول رمضان صوم جميعه لم يكف لغير اليوم الاول ، لكن ينبغى له ذلك ليحصل له صوم اليوم الذى نسي النية فبه عند مالك كما يسن له ان ينوى اول اليوم الذى نسيها فيه ليحصل له صومه عند ابى حنيفة و واضح ان محله ان قلد و الا كان متلبسا بعبادة فاسدة فى اعتقاده و هو حرام 
Apabila seseorang berniat pada awal malam bulan Ramadhan untuk melakukan puasa keseluruhannya ( 1 bulan full ) maka menurut Madzhab Syafii hal tersebut tidak cukup. Kewajiban niat harus dilakukan pada setiap malamnya. namun madzhab Maliki menyarankan untuk melakukan niat jamak puasa 1 bulan full pada awal malam bulan Ramadhan hal ini untuk menjaga puasa yang lupa tidak diniati, seperti halnya disunahkan niat puasa permulaan hari oleh Madzhab Hanafi bagi seseorang yg lupa niat supaya terhitung puasanya, namun hal tersebut harus dimengerti taqlid dengan madzhab Maliki dan Hanafi supaya tidak terjadi kerancuan beribadah.
(2)
.قولُهُ : ( التَّبْيِيتُ ) أَيْ كُلَّ لَيْلَةٍ عِنْدَنَا كَالْحَنَابِلَةِ وَالْحَنَفِيَّةِ وَإِنْ اكْتَفَى الْحَنَفِيَّةُ بِالنِّيَّةِ نَهَارًا لِأَنَّ كُلَّ يَوْمٍ عِبَادَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ وَلِذَلِكَ تَعَدَّدَتْ الْكَفَّارَةُ بِالْوَطْءِ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْهُ ، وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ ، وَعِنْدَنَا لِلَّيْلَةِ الْأُولَى فَقَطْ .
(Keterangan niat di malam hari) artinya pada setiap malam dibulan Ramadhan menurut kalangan Kami (Syafi’iyyah) seperti pendapat kalangan Hanabilah dan Hanafiyyah hanya saja dikalangan Hanafiyyah menganggap cukup bila niatnya dikerjakan pada siang hari.
Sebab setiap hari pada bulan Ramadhan adalah ibadah tersendiri karenanya diwajibkan membayar banyak kaffaarat (denda pelanggaran) sebab senggama disiang hari disetiap hari-hari ramadhan namun disunahkan dimalam pertama pada bulan ramadhan niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil kemanfaatan bertaqlid pada pendapat Imam Malik yang menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya disemua malam ramadhan dan bagi kami (Syafi’iyyah) niat yang demikian hanya mencukupi pada malam pertama saja. [ Hasyiyah al-Qolyuby V/365 ].

SOLUSI "DELIMA ORANG TUA MELIHAT PRILAKU SISWA JAMAN SEKARANG"

SOLUSI "DELIMA ORANG TUA MELIHAT PRILAKU SISWA JAMAN SEKARANG"


Judul diatas mungkin terlihat privokatif, namun itulah kenyataan yang sering terjadi sekarang ini dimana orang tua merasakan perbedaan prilaku anak di masanya dulu dan sekarang.
Gambaran kecil dimana sekarang siswa kelas dasar sudah mengenal dan berani tampil bergandeng mesra dengan sang pacar,   belum lagi fenomena sepeda motor satu paket dengan syarat masuk dikalangan siswa menengah pertama(SMP) membuat beban orang tua bertambah demi sang anak tetap nyaman dan lanjut bersekolah, kebebasan adalah tuntutan selanjutnya yang membuat orang tau kebingungan karena sang anak yang sudah menginjak kelas menengah atas(SMA) merasa telah dewasa, punya pemikiran dan tujuan hidup mandiri, berangkat pagi dengan teman-teman lalu pulang entah sore atau malam dengan alasan yang bermacam-macam sudah biasa terjadi.
Orang tua hanya menyimpan kekhawatiran seraya berharap semoga anaknya baik-baik dalam sekolah dan pergaulan tanpa bisa melarang bila ada hal yang ganjal karena takut anak menjadi liar atau ancaman tidak melanjutkan pendidikan.
Saya tidak bercerita tentang kenakalan remaja karena kenakalan remaja menurut orang tua bagi mereka anak dizaman sekarang adalah hal yang biasa dan tidak disebut dengan kenakalan tetapi hanya kebebasan berekspresi. Dan sebagai orang tua menjadi delematis melihat lingkungan remaja sekarang ini.
Kalau orang tua sekarang berfikir bagaimana anaknya mendapatkan lingkungan yang baik dan ideal maka jawaban dari hal tersebut tidak lain terdapat di pondok pesantren, kenapa pondok pesantren tidak yang lain, karena hanya dipondok pesantrenlah prilaku dan kegiatan anak sejak bangun pagi hingga malam istirahat semuanya diatur, terkontrol dan diawasi, sehingga sangat sulit bagi anak untuk berbuat bebas diluar kendali, semua harus sesuai dengan apa yang telah ditentukan,  itulah salah satu alasan mengapa lingkungan yang baik mudah tercipta di pondok pesantren, dan terbukti sekarang banyak tokoh negeri ini mengatakan bahwa pondok pesantren adalah benteng terakhir generasi muda bangsa indonesia, dan karenanya sebagai orang tua mengajak untuk jangan sungkan memasukan anak-anaknya kedalam pondok pesantren sebelum terlambat, kita semua berharap anak kita mendapatkan pendidikan yang baik dan lingkungan pergaulan yang baik bukan, maka pondok pesantren adalah jawabnya.

Oleh. Orang tua santriasa




Sebenarnya Tanggal Berapa Sunah Puasa Rojab itu ??


Diskusi kecil antar teman itulah mukin yang tepat untuk mengwali tulisan ini, berawal beberapa hari yang lalu ketika saya ditanya oleh seorang teman tentang “kesunahan puasa dibulan Rojab itu kapan? apakah tanggal 1 Rojab atau tanggal berapa ?”.mendapat pertanyaan demikian saya pun sejenak teringat tentang pengalaman pribadi sewaktu akan memasuki bulan rajab yakni dimana guru ataupun orang tua mengingatkan untuk berpuasa di hari pertama bulan Rojab, dari situ saya sedikit ingin menjawab secara spontan bahwa puasa sunah dibulan Rojab itu ya diawal bulan saja, namun hal tersebut urung terjadi dan saya lebih tertarik membahas terlebih dahulu dengan kepada teman saya yang lebih faham kalau tidak ingin dikata teman saya ini senior dipondok, singkat kata dari  bahasan kami berdua dapatlah kesimpulan yang lebih banyak dari nukilan kitab Fathul Mu’in, karena kitab tersebut tentu tidak asing bagi kami para santri. Dengan kata-kata ala santri jaman now yang penasaran akan hukum puasa kami simpulkan sebagai berikut:
Bahwa puasa dibulan rajab itu hukumnya sunah[1] dan tidak tertentu hanya puasa diawal ataupun akhir bulan saja, meskipun demikian kita dapat berpuasa Rojab dengan memakai ketentuan hari-hari yang utama untuk berpuasa pada setiap bulan atau setiap pekan yang telah diutarakan oleh Imam al-Ghozali “Hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian bulan, yaitu hari awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pertengahan bulan adalah ayyamul bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15. Sementara hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian pekan, yaitu Senin, Kamis, Jumat. Itu semua hari-hari utama yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa dan memperbanyak amal baik lainnya karena kelipatan ganjarannya sebab keberkahan waktu utama tersebut[2]
Adapun kata Rojab sendiri merupakan derivasi/mustaq dari kata “tarjib” yang berarti memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rojab melebihi bulan lainnya. Rojab biasa juga disebut “Al-Ashobb” karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Ia bisa juga dipanggil “Al-Ashomm” karena tidak terdengar gemerincing senjata untuk berkelahi pada bulan ini. Boleh jadi juga disebut “Rojam” karena musuh dan setan-setan itu dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.[3]
Kemudian juga ada hadist Nabi Saw yang bisa  dijadikan fadhoilul a’mal sebagai berikut : Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa selama setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya[4].
Simpulnya, puasa Rojab tidak ada batasan hari apa, atau berapa hari, bisa satu hari, tiga hari, satu minggu, dua minggu, atau bahkan satu bulan penuh, menyesuaikan dengan batas kemampuan seseorang, dan juga dapat memilih berpuasa dihari-hari tertentu yang memang diutamakan bukan hanya dibulan Rojab. akhir kata koreksi bila ada kesalahan karena ini hanya diskusi kecil level santri yang jauh dari pemahaman yang mendalam, yang ditutup dengan segelas kopi hitam seperti biasa. Semoga bermanfaat.
.


Oleh. Santriasa dan pengurus diniyah asrama sunan ampel




[1] . أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم. وأفضلها المحرم، ثم رجب، ثم الحجة، ثم القعدة، ثم شهر شعبان (فتح المعين للشيخ زين الدين المليباري الشافعي، ص 59)
قيل: ومن البدع صوم رجب، وليس كذلك بل هو سنة فاضلة، كما بينته في الفتاوي وبسطت الكلام عليْه(إعانة الطالبين - ج 1 / ص 313)
(وقوله: أفضل الشهور إلخ) قد نظم ذلك بعضهم بقوله: وأفضل الشهور بالإطلاق: * * شهر الصيام، فهو ذو السباق فشهر ربنا هو المحرم * * فرجب، فالحجة المعظم فقعدة، فبعده شعبان * * وكل ذا جاء به البيان (قوله: الأشهر الحرم) هي أربعة: ثلاثة منها سرد، وهي ذو القعدة وذو الحجة ومحرم، وواحد منها فرد وهو رجب. وإنما كان الصوم فيها أفضل، لخبر أبي داود وغيره: صم من الحرم واترك، صم من الحرم واترك، صم من الحرم واترك.وإنما أمر المخاطب بالترك لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم، كما جاء التصريح به في الخبر.أما من لا يشق عليه، فصوم جميعها له فضيلة.اه. (إعانة الطالبين - ج 2 / ص 307)

[2] . وأما ما يتكرر في الشهر فأول الشهر وأوسطه وآخره ووسطه الأيام البيض وهي الثالث عشر والرابع عشر والخامس عشر وأما في الأسبوع فالإثنين والخميس والجمعة فهذه هي الأيام الفاضلة فيستحب فيها الصيام وتكثير الخيرات لتضاعف أجورها ببركة هذه الأوقات (احياء علوم الدين ج. 3/ ص. 432)

[3] . (قوله ثم رجب) هو مشتق من الترجيب، وهو التعظيم لأن العرب كانت تعظمه زيادة على غيره. ويسمى الأصب لانصباب الخير فيه. والأصم لعدم سماع قعقعة السلاح فيه. ويسمى رجم ـ بالميم ـ لرجم الأعداء والشياطين فيه حتى لا يؤذوا الأولياء والصالحين(إعانة الطالبين - ج 2 / ص 307)

[4] . من صام يوما من رجب فكأنما صام سنة ، ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب جهنم ، ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له ثمانية أبواب الجنة ، ومن صام منه عشرة لم يسأل الله شيئا إلا أعطاه (رواه الطبراني)


Informasi Pendaftaran Online Santri Baru Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang 2019-2020

Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, Membuka penerimaan Santri baru ( Putra - Putri ) Tahun ajaran 2019 / 2020.

Atau melalui pendaftaran online : klik disini

Pendaftaran santri baru, Bisa langsung datang ke kantor Asrama di alamat Jl. KH. Bisri Syansuri No.81 Denanyar Jombang , Atau menghubungi kontak di bawah ini :

Untuk Santri Putra :

Telp. 085838080888  /  081338080888  /  
         panitia PSB Hp/Whatsapp 085232097816  


Untuk Santri Putri : 

Telp. 085655012320 / 085607507293

Sebagai informasi tambahan, Berikut brosur informasi pendaftaran / penerimaan santri baru Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang :




candasantri: TITIPAN PAK KYAI


Setelah liburan selesai awal bulan kemarin, seluruh santri pun kembali kepondok dan beraktifitas sebagaimana biasanya, begitupun dengan kang sudrun yang sudah dipondok sejak tiga hari yang lalu. Tapi baru berapa hari dipondok kang sudrun ternyata tidak kerasan dan pingin pulang, mungkin gara-gara kelamaan dirumah sewaktu liburan kemarin akhirnya ketika kembali kepondok rasa kangenya lebih besar kayak baru mondok lagi, padahal kang sudrun sudah hampir dua tahun mondok, walaupun begitu kang sudrun tidak tahu harus izin dengan alasan apa supaya diperbolehkan.
Namun akhirnya karena sudah tidak tahan lagi rasa kangennya pada orang tua dirumah maka kang sudrun pun nekat minta izin ke pengurus keamanan pondok yang terkenal keras dan tidak mudah memberikan izin pada santri.
Ditemuilah pengurus keamanan tersebut oleh kang sudrun
Kang sudrun : asalamu’alaikum
Keamanan : wa’alaikum salam, oh kang sudrun, ada perlu apa kang ?
Kang sudrun : begini ustadz, saya mau minta izin untuk pulang sebentar....
Keamanan : lhoh bukanya sampyn kemarin baru saja pulang liburan lama, masak sekarang mau pulang lagi kang.!!!
Kang sudrun : iya ustadz, ada hal penting kelupaan ustadz, yang mengharuskan saya pulang. Apa boleh ???
Keamanan : memang hal penting apa itu kang ?!!
Kang sudrun : titipanya pak Kyai ustadz.. saya lupa, kalo tidak saya sampaikan saya takut dimarahi beliau karena dianggap tidak amanah sebagai santri.
Keamanan : ohhh.. emmm ya sudah kalo itu gitu, , sebelum di panggil pak Kyai dan tanya  titipan beliau, saya izinkan pulang sampyn kang.
Kang sudrun : enggeh ustadz, terimaksih, kalao begitu saya izin pamit, asalamu’alaikum (sambil hatinya tersenuyum bahagia, kang sudrun pun menjabat tangannya sang keamanan)
Keamanan : eh sebelum pamit, ngomong-ngomong pesan titip apa Beliau pak Kyai kang ???
Kang sudrun : emmmm, (sambil ragu-ragu kang sudrun pun menjawab) pesan titip salam untuk orang tua saya ustdaz.......
Keamanan : angkat kakimu satu kang,!!!!%$%, tunggu disitu saya ambilkan HP !!!?$%
.
.
(sebelum pulang liburan pak Kyai sebagai pengasuh ponpes biasanya selalu berpesan dan memberi nasehat kepada para santri dan salah satunya yakni menitipkan salam pada orang tua dirumah)

 oleh. candaasa

Penting Bagi Orang Tua Pasrahkan Putranya di Pondok Pesantren

Cerita ini saya dapatkan beberapa tahun yang lalu sewaktu mengaji ktab tafsir Jalalain dan saya sedikit mencatat garis besar cerita tersebut sebagai pengingat untuk keterangan atau cerita yang kebetulan unik menurut saya dan tidak terdapat di dalam kitab yang saya kaji tersebut, yakni riwayat cerita dimana ketika Nabiyullah Isa As didalam sebuah perjalanan meliwati tempat pemakaman, dan beliau melihat didalamnya terdapat malaikat adzab yang sedang menyiksa penghuni qubur tersebut, maka setelah Nabi Isa As kembali dari apa yang menjadi tujuannya, beliau kembali melewati pemakaman tersebut dan betapa kagetnya Nabi Isa As ketika apa yang dilihatnya adalah Malaikat rahmat dengan bejana-bejana yang bersinar indah bersama penghuni makam tersebut yang beberapa waktu sebelumya masih disiksa, maka Nabi Isa As pun maleksakan sholat dan berdo’a munajat kepada Allah Swt karena hal tersebut, maka Allah Swt pun memberikan wahyu kepadanya : Wahai Isa, ketahuilah hambaku yang kau lihat tadi adalah orang yang ahli maksiat dan sejak dia mati telah merasakan siksaku, sedangkan dia meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung anaknya sampai akhirnya sang istri melahirkan dan mendidik anak tersebut hingga dewasa, kemudian memasrahkannya kedalam madrasah hingga seorang pengajar didalam madrasah tersebut mengajarkan Bismillahi ar-Rohmani ar-Rahim kepada anak tersebut. Maka Aku pun (Allah Swt) malu kepada hambaKU ini yang telah menerima siksa api dariKu didalam bumi sedangkan anaknya selalu menyebut namaku dipermukaan bumi.[1]
Dari cerita yang saya dapat tersebut menerangkan tentang bagaimana keutamaan Basmalah, hingga dapat menyelamatkan seseorang hanya karena mempunyai anak yang sholeh  yang selalu mengingat Tuhannya disetiap amal perbuatan, akan tetapi setelah kembali dicemati dari cerita tersebut dapat dipahami bukan hanya terfokus tentang keutamaan Basmalah tetapi lebih dari itu, yakni tentang pentingnya orang tua untuk memasukan anaknya kedalam sebuah madrasah yang didalmnya mengajarkan tentang ilmu agama lebih lebih didalam pondok pesantren, dimana hal tersebut menjadikan seorang anak kelak dapat menyelamatkan kedua orang tuanya, dan inilah aplikasi termudah dari dari apa yang telah disabdakan Nabi Muhammad Saw
عن أبي هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع يه أو ولد صالح يدعو له.

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah SAW telah bersabda : Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, sodakoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim)
 Oleh. Pengurus Tasrbiyah Diniyah ASA



[1]    لتاسعة عشرة : مر عيسى ابن مريم عليه السلام على قبر ، فرأى ملائكة العذاب يعذبون ميتا ، فلما انصرف من حاجته مر على القبر ، فرأى ملائكة الرحمة معهم أطباق من نور ، فتعجب من ذلك ، فصلى ودعا الله تعالى ، فأوحى الله تعالى إليه : يا عيسى ، كان هذا العبد عاصيا ، ومذ مات كان محبوسا في عذابي ، وكان قد ترك امرأة حبلى فولدت ولدا وربته حتى كبر ، فسلمته إلى الكتاب ، فلقنه المعلم بسم الله الرحمن الرحيم ، فاستحييت من عبدي أن أعذبه بناري في بطن الأرض وولده يذكر اسمي على وجه الأرض {التفسير الكبير أو مفاتيح الغيب لإمام فخر الدين محمد بن عمر بن حسين بن علي التميمي البكري الرازي الشافعي الكتاب الثاني في مباحث بسم الله الرحمن الرحيم ، ص. 143}

Sebaik Manusia adalah yang Cerdas Bermedia

               Sebuah perkataan adalah cerminan dari sifat dan kualiatas diri, adapun sebuah tulisan adalah cerminan hati dan pola pikir seseorang, maka ketika kita mempunyai pemikiran yang baik langkah untuk orang lain bisa mengetahui pemikiran kita yakni salah satunya dengan melihat tulisan kita punyai, semakin banyak tulisan kita semakin besar pula orang lain dapat membaca dan mengerti pola pikir dan gagasan kita.
Ambil contoh kita menulis yang berkaitan dengan masalah agama, pastilah apa yang tertulis adalah buah hasil dari pemikiran yang kita ketahui dan yakini, begitupun ketika kita disuruh menuliskan tentang penilaian kita terhadap orang lain, ambil contoh pasangan kita maka pastilah hati kita banyak berperan didalam penulisan tersebut. Oleh karenanya semakin baik isi yang kita tulis maka dapat menunjukan semakin baik hati dan pola pikir kita, begitupun sebaliknya ketika semakin buruk nilai di dalam tulisan kita.
           Dengan semakin mudahnya sebuah ungkapan atau tulisan tersebar luaskan sekarang ini melalui jejaring internet kita bisa melihat fenomena yang sekarang terjadi dimana hal tersebut malah digunakan untuk saling menghujat, menghina dan menjatuhkan orang lain ataupun kelompok tertentu dengan dalih kebebasan berpendapat, mengkritik, menasehati ataupun meluruskan sesuatau yang sebenarnya hanyalah semakin menambah permasalahan saja bukan menyelesaikan, karena isi dari hal tersebut mendapatkan penilain yang negatif menurut orang lain yang cenderung propaganda,  walaupun tidak semuanya demikian, akan tetapi hal tersebut dapat menunjukan hati dan pola pikir masyarakat kita sekarang ini bagaimana.
             Maka kemudian sepantasnya kita sebagai santri memiliki sikap untuk dapat menggunakan media internet tersebut baik facebook, tweeter, website dan media lainya untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat bukan sebaliknya, jangan sampai penilain buruk mengerah pada pola pikir santri jaman sekarang karena media-medianya yang menyebarkan tulisan dan ungkapan yang mengandung kebencian atau ghibah, menghina ataupun mencaci yang mempunyai unsur tidak baik. Karena santri adalah simbol dari agama islam dan pendidikan tertua di indonesia jika semakin buruk penilaian orang terhadap santri maka semakin buruk pula penilaian orang terhadap Islam dan Indonesia, jadikanlah media-media tersebut untuk menunjukan bahwa santri mempunyai pola pikir yang baik dan cerdas, jiwa yang arif dan bijak dan akhlak yang mulia.
           Wujudkanlah diri kita menjadi sebiaik-baik manusia dimulai dengan penggunakan media sebaik mungkin, sebagaimana sabda Nabi Saw.

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.(HR. Bukhari dan Muslim)


oleh. santriasa

Dunia Tak Lebih Dari Apa Yang Kita Pikirkan




Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Jika anda hanya berpikir anda tidak bisa apa-apa, tidak percaya diri, terlalu gengsi, minder, atau apalah penilaian buruk terhadap diri anda sendiri. Maka sesempit itulah dunia yang akan kita lihat. Dunia hanya memantulkan apa yang kita pikirkan. Kuncinya dunia tak lebih luas dari apa yang anda pikirkan.

             Cobalah sedikit berekspresi, maka dunia kan menampakkan keindahannya yang selama ini tertutup oleh kelopak mata anda sendiri. Dunia bukan sebatas tempat tinggal anda dan sekolah atau tempat kerja anda. Tetapi jika anda berfikir seperti itu maka hanya itulah yang anda temui.

           Masih banyak hal-hal yang belum anda ketahui tentang dunia ini. Cobalah menjelajah dengan menggali potensi dari dalam diri anda terlebih dahulu. Be your self. Bukan berarti anda sudah pasrah dengan keadaan anda yang sekkarang, cobalah mengembangkan apa yang anda bisa. Cari lah keistimewaan dalam diri anda maka anda akan melihat sebarapa unik dunia ini.

              Kembangkan terus apa yang anda miliki, buatlah sesuatu itu menjadi istemewa. Maka hidup anda akan berwarna


oleh. Ismail D Prilaksono

Awal Pendirian Masjid al-Aqsha Yerusalem

Awal Pendirian Masjid al-Aqsha Yerusalem

Setelah diturunkannya ke bumi, Nabi Adam As menuju ketanah haram dan mendirikan Baitullah atas perintah Allah Swt dan thowaf beribadah didalamnya, karenanya dikatakan rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat ibadah manusia adalah baitullah yang berada di Makkah.
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِيْنَ (ال عمران: 9)
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah baitullah yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” ( Ali Imran ayat 9).
al-Quds
Kemudian bagaimana dengan masjid al-Aqsha, disebutkan dalam kitab at-Tijan fi Muluki Hamir karya Ibnu Hisyam, setelah Nabi Adam As membangun Baitullah Allah Swt kembali  mengutusnya untuk menempuh perjalanan menuju yerusalem guna membangun Masjid al-Aqsha dengan diawasi dan diperhatikan oleh malaikat Jibril As hingga selesai dan Nabi Adam As pun beribadah didalamnya.[1]
Adapun jarak waktu antara keduanya disebutkan didalam hadits adalah 40 tahun lamanya.  
عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَيُّ الْمَسْجِدِ وُضِعَ فِى الأَرْضِ أَوَّلًا ؟ قَالَ : الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ . قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : الْمَسْجِدُ الأَقْصَى . قُلْتُ : كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا ؟ قَالَ : أَرْبَعُوْنَ سَنَةً ..(البخاري ومسلم)
Dari Abu Dzar al-Ghifari R.A, beliau bertanya kepada Rasulullah tentang Masjid yang pertama kali didirikan? Rasul menjawab: “Masjid al-Haram”, kemudian apa? “Masjid al-Aqsha”. Berapa jarak antara keduanya? “Empat puluh tahun”. (HR. Bukhari-Muslim).
Adanya Hadist tersebut mengindikasikan bahwa antara seorang yang membangun Baitullah dan Masjidil al-Aqsha adalah orang yang sama, karena rentang waktu yang berdekatan, sedangkan Nabi Adam As telah mashur dan mayoritas ulama sebagai pembuat Baitullah di Makkah pertama, ini sekaligus mematahkan pendapat-pendapat lain yang mengatakan bahwa bukanlah Nabi Adam As yang membangun pertama Masjid al-Aqsha melainkan Nabi Ibrahim ataupun Nabi Sulaiman As.[2]
Pada masa Nabi Nuh As kedua bangunan tersebut yakni Baitullah Ka’bah dan Masjid al-Aqsha mengalami kerusakan hebat yang diakibatkan oleh banjir bandang karena adzab Allah Swt pada waktu itu, hingga ribuan tahun setelahnya datanglah Nabi Ibrahim As yang telah diselamatkan oleh Allah Swt dari pembakaran raja namrud waktu itu dari daerah babilonia hijrah menuju tanah yang diberkahi yakni baitul maqdis bersama dengan Nabi Luth As yang masih keluarga Nabi Ibrahim As dari anak keponakanya.
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ(الأنبياء: 71)
Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya (baitul maqdis) untuk sekalian manusia.(al-Anbiyaa, ayat 71)
Setelah tiba di Baitul Maqdis Nabi Ibrahim As pun membangun kembali apa yang sebelumnya telah dibangun oleh Nabi Adam As. Tembok pondasi yang telah dibangun Nabi Adam ratusan tahun yang lalu, telah hancur dan hanya menyisakan sedikit saja. Silih bergantinya orang yang berkuasa di Baitul Maqdis, membuat masjid suci ini menjadi hancur berantakan. Hingga akhirnya diperbarui kembali oleh Nabi Ibrahim As, beliau pun beribadah didalamnya.
Nabi Ibrahim As Salam tinggal di daerah al-Quds Palestina sedangkan Nabi Luth As tinggal di Sadum wilayah Yordania sekarang. Pada waktu Nabi Ibrahim As datang ke daerah Palestina, daerah tersebut telah didiami bangsa Kan’an yang telah memiliki peradaban yang tinggi khususnya di bidang pertanian dan perdagangan.
Dan perlu ditegaskan bahwasanya Nabi Ibrahim As bukanlah  Yahudi dan bukan pula Nasrani tetapi seorang muslim yang hanif.
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.(ال عمران: 67)

Artinya : “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik”. (Ali Imran ayat 67)
Selanjutnya baitul maqdis dikuasi oleh hamba-hamba Allah Saw yang taat dari dzuriyah Nabi Ibrahim As,[3] Nabi Ishak As hingga Nabi Ya’kub As yang hijrah beserta putra-putranya ke Mesir untuk menemui dan tinggal bersama putranya Ismail As hingga akhirnya Nabi Ya’kub As kembali ketanah kelahiranya di al-Quds Palestina.
Dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah karangan Ibnu Katsir, disebutkan bahwa suatu malam Nabi Yaqub As melakukan sebuah perjalanan, beliau kelelahan dan tertidur di tempat tersebut seraya menyandarkan kepalanya pada sebuah batu. Beliau pun tertidur pulas, seketika itu pula beliau bermimpi melihat tangga yang memanjang dari langit ke bumi, dan ketika itu pula Malaikat turun dengannya. Setelah itu beliau terbangun dan bergembira, lalu bernazar kepada Allah jika beliau pulang ke keluarganya dalam keadaan selamat, maka beliau dan keluarganya akan membuat sebuah masjid di atas tempat beliau bermimpi itu. Setelah itu, beliau meletakkan sebuah tanda sederhana di tempat beliau bermimpi berupa sebuah batu agar bisa dikenalinya di kemudian hari. Ibnu Katsir berkomentar, “inilah Baitul Maqdis, yang direnovasi Nabi Sulaiman bin Dawud As Inilah tempat batu besar yang dijadikan tanda olehnya setelah bangun dari tidurnya”.
Seperti apakah bentuk masjid al-Aqsha yang telah dibangun tersebut.

Bersambung Bag 2. Masjid al-Aqsha dimasa Nabi Musa As

.

oleh. iqbal


[1]  قال أبو محمد عن أنس عن أبي إدريس عن وهب قال: حبلت حواء وآدم بمكة يبتني فولدت شيئاً وعناقاً في كل بطن غلاماً وجارية وكانت حواء تحمل في كل عام فتلد في كل بطن غلاماً وجارية فنزل جبريل على آدم فأمره أن يزوج الغلام من البطن الأول الجارية من البطن الآخر ويزوج أيضاً الغلام من البطن الأخير الجارية من البطن الأول ثم أمر الله تعالى آدم بالسير إلى البلد المقدس فأراه جبريل كيف يبني بيت المقدس فبنى بيت المقدس ونسك فيه(التجان في ملوك حصير، ص.21-22) 
[2] إلى أن ابن الجوزي ذكر في قول النبي صلى الله عليه وسلم" أربعون سنة " إشكالاً لأن إبراهيم  عليه السلام بنى المسجد الحرام وسليمان بنى بيت المقدس وبينهما أكثر من ألف سنة، ثم أجاب ابن الجوزي عن هذا الإشكال بقوله: إن الإشارة إلى أول البناء ووضع أساس المسجد، وليس إبراهيم عليه السلام أول من بنى الكعبة، ولا سليمان أول من بنى بيت المقدس، ثم قال ابن الجوزي : " فقد روينا أن أول من بنى الكعبة آدم، ثم انتشر ولده في الأرض، فجائز أن يكون بعضهم قد وضع بيت المقدس، ثم بنى إبراهيم عليه السلام الكعبة بنص القرآن، وكذا قال القرطبي: إن الحديث لا يدل على أن إبراهيم وسليمان لما بنيا المسجدين ابتدأ وضعهما لهما، بل ذلك تجديد لما كان أسسه غيرهما. (ابن حجر في فتح الباري ج6 ص407)
[3] في عهد يعقوب بن اسحق عليهما السلام أعيد بناء المسجد بعد أن هرم بناء إبراهيم عليه السلام) ابن كثير في البداية والنهاية ج1 ص184(