Tampilkan postingan dengan label BERITA PESANTREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA PESANTREN. Tampilkan semua postingan

Penting Bagi Orang Tua Pasrahkan Putranya di Pondok Pesantren

Cerita ini saya dapatkan beberapa tahun yang lalu sewaktu mengaji ktab tafsir Jalalain dan saya sedikit mencatat garis besar cerita tersebut sebagai pengingat untuk keterangan atau cerita yang kebetulan unik menurut saya dan tidak terdapat di dalam kitab yang saya kaji tersebut, yakni riwayat cerita dimana ketika Nabiyullah Isa As didalam sebuah perjalanan meliwati tempat pemakaman, dan beliau melihat didalamnya terdapat malaikat adzab yang sedang menyiksa penghuni qubur tersebut, maka setelah Nabi Isa As kembali dari apa yang menjadi tujuannya, beliau kembali melewati pemakaman tersebut dan betapa kagetnya Nabi Isa As ketika apa yang dilihatnya adalah Malaikat rahmat dengan bejana-bejana yang bersinar indah bersama penghuni makam tersebut yang beberapa waktu sebelumya masih disiksa, maka Nabi Isa As pun maleksakan sholat dan berdo’a munajat kepada Allah Swt karena hal tersebut, maka Allah Swt pun memberikan wahyu kepadanya : Wahai Isa, ketahuilah hambaku yang kau lihat tadi adalah orang yang ahli maksiat dan sejak dia mati telah merasakan siksaku, sedangkan dia meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung anaknya sampai akhirnya sang istri melahirkan dan mendidik anak tersebut hingga dewasa, kemudian memasrahkannya kedalam madrasah hingga seorang pengajar didalam madrasah tersebut mengajarkan Bismillahi ar-Rohmani ar-Rahim kepada anak tersebut. Maka Aku pun (Allah Swt) malu kepada hambaKU ini yang telah menerima siksa api dariKu didalam bumi sedangkan anaknya selalu menyebut namaku dipermukaan bumi.[1]
Dari cerita yang saya dapat tersebut menerangkan tentang bagaimana keutamaan Basmalah, hingga dapat menyelamatkan seseorang hanya karena mempunyai anak yang sholeh  yang selalu mengingat Tuhannya disetiap amal perbuatan, akan tetapi setelah kembali dicemati dari cerita tersebut dapat dipahami bukan hanya terfokus tentang keutamaan Basmalah tetapi lebih dari itu, yakni tentang pentingnya orang tua untuk memasukan anaknya kedalam sebuah madrasah yang didalmnya mengajarkan tentang ilmu agama lebih lebih didalam pondok pesantren, dimana hal tersebut menjadikan seorang anak kelak dapat menyelamatkan kedua orang tuanya, dan inilah aplikasi termudah dari dari apa yang telah disabdakan Nabi Muhammad Saw
عن أبي هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع يه أو ولد صالح يدعو له.

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah SAW telah bersabda : Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, sodakoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim)
 Oleh. Pengurus Tasrbiyah Diniyah ASA



[1]    لتاسعة عشرة : مر عيسى ابن مريم عليه السلام على قبر ، فرأى ملائكة العذاب يعذبون ميتا ، فلما انصرف من حاجته مر على القبر ، فرأى ملائكة الرحمة معهم أطباق من نور ، فتعجب من ذلك ، فصلى ودعا الله تعالى ، فأوحى الله تعالى إليه : يا عيسى ، كان هذا العبد عاصيا ، ومذ مات كان محبوسا في عذابي ، وكان قد ترك امرأة حبلى فولدت ولدا وربته حتى كبر ، فسلمته إلى الكتاب ، فلقنه المعلم بسم الله الرحمن الرحيم ، فاستحييت من عبدي أن أعذبه بناري في بطن الأرض وولده يذكر اسمي على وجه الأرض {التفسير الكبير أو مفاتيح الغيب لإمام فخر الدين محمد بن عمر بن حسين بن علي التميمي البكري الرازي الشافعي الكتاب الثاني في مباحث بسم الله الرحمن الرحيم ، ص. 143}

Awal Pendirian Masjid al-Aqsha Yerusalem

Awal Pendirian Masjid al-Aqsha Yerusalem

Setelah diturunkannya ke bumi, Nabi Adam As menuju ketanah haram dan mendirikan Baitullah atas perintah Allah Swt dan thowaf beribadah didalamnya, karenanya dikatakan rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat ibadah manusia adalah baitullah yang berada di Makkah.
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِيْنَ (ال عمران: 9)
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah baitullah yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” ( Ali Imran ayat 9).
al-Quds
Kemudian bagaimana dengan masjid al-Aqsha, disebutkan dalam kitab at-Tijan fi Muluki Hamir karya Ibnu Hisyam, setelah Nabi Adam As membangun Baitullah Allah Swt kembali  mengutusnya untuk menempuh perjalanan menuju yerusalem guna membangun Masjid al-Aqsha dengan diawasi dan diperhatikan oleh malaikat Jibril As hingga selesai dan Nabi Adam As pun beribadah didalamnya.[1]
Adapun jarak waktu antara keduanya disebutkan didalam hadits adalah 40 tahun lamanya.  
عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَيُّ الْمَسْجِدِ وُضِعَ فِى الأَرْضِ أَوَّلًا ؟ قَالَ : الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ . قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : الْمَسْجِدُ الأَقْصَى . قُلْتُ : كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا ؟ قَالَ : أَرْبَعُوْنَ سَنَةً ..(البخاري ومسلم)
Dari Abu Dzar al-Ghifari R.A, beliau bertanya kepada Rasulullah tentang Masjid yang pertama kali didirikan? Rasul menjawab: “Masjid al-Haram”, kemudian apa? “Masjid al-Aqsha”. Berapa jarak antara keduanya? “Empat puluh tahun”. (HR. Bukhari-Muslim).
Adanya Hadist tersebut mengindikasikan bahwa antara seorang yang membangun Baitullah dan Masjidil al-Aqsha adalah orang yang sama, karena rentang waktu yang berdekatan, sedangkan Nabi Adam As telah mashur dan mayoritas ulama sebagai pembuat Baitullah di Makkah pertama, ini sekaligus mematahkan pendapat-pendapat lain yang mengatakan bahwa bukanlah Nabi Adam As yang membangun pertama Masjid al-Aqsha melainkan Nabi Ibrahim ataupun Nabi Sulaiman As.[2]
Pada masa Nabi Nuh As kedua bangunan tersebut yakni Baitullah Ka’bah dan Masjid al-Aqsha mengalami kerusakan hebat yang diakibatkan oleh banjir bandang karena adzab Allah Swt pada waktu itu, hingga ribuan tahun setelahnya datanglah Nabi Ibrahim As yang telah diselamatkan oleh Allah Swt dari pembakaran raja namrud waktu itu dari daerah babilonia hijrah menuju tanah yang diberkahi yakni baitul maqdis bersama dengan Nabi Luth As yang masih keluarga Nabi Ibrahim As dari anak keponakanya.
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ(الأنبياء: 71)
Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya (baitul maqdis) untuk sekalian manusia.(al-Anbiyaa, ayat 71)
Setelah tiba di Baitul Maqdis Nabi Ibrahim As pun membangun kembali apa yang sebelumnya telah dibangun oleh Nabi Adam As. Tembok pondasi yang telah dibangun Nabi Adam ratusan tahun yang lalu, telah hancur dan hanya menyisakan sedikit saja. Silih bergantinya orang yang berkuasa di Baitul Maqdis, membuat masjid suci ini menjadi hancur berantakan. Hingga akhirnya diperbarui kembali oleh Nabi Ibrahim As, beliau pun beribadah didalamnya.
Nabi Ibrahim As Salam tinggal di daerah al-Quds Palestina sedangkan Nabi Luth As tinggal di Sadum wilayah Yordania sekarang. Pada waktu Nabi Ibrahim As datang ke daerah Palestina, daerah tersebut telah didiami bangsa Kan’an yang telah memiliki peradaban yang tinggi khususnya di bidang pertanian dan perdagangan.
Dan perlu ditegaskan bahwasanya Nabi Ibrahim As bukanlah  Yahudi dan bukan pula Nasrani tetapi seorang muslim yang hanif.
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.(ال عمران: 67)

Artinya : “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik”. (Ali Imran ayat 67)
Selanjutnya baitul maqdis dikuasi oleh hamba-hamba Allah Saw yang taat dari dzuriyah Nabi Ibrahim As,[3] Nabi Ishak As hingga Nabi Ya’kub As yang hijrah beserta putra-putranya ke Mesir untuk menemui dan tinggal bersama putranya Ismail As hingga akhirnya Nabi Ya’kub As kembali ketanah kelahiranya di al-Quds Palestina.
Dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah karangan Ibnu Katsir, disebutkan bahwa suatu malam Nabi Yaqub As melakukan sebuah perjalanan, beliau kelelahan dan tertidur di tempat tersebut seraya menyandarkan kepalanya pada sebuah batu. Beliau pun tertidur pulas, seketika itu pula beliau bermimpi melihat tangga yang memanjang dari langit ke bumi, dan ketika itu pula Malaikat turun dengannya. Setelah itu beliau terbangun dan bergembira, lalu bernazar kepada Allah jika beliau pulang ke keluarganya dalam keadaan selamat, maka beliau dan keluarganya akan membuat sebuah masjid di atas tempat beliau bermimpi itu. Setelah itu, beliau meletakkan sebuah tanda sederhana di tempat beliau bermimpi berupa sebuah batu agar bisa dikenalinya di kemudian hari. Ibnu Katsir berkomentar, “inilah Baitul Maqdis, yang direnovasi Nabi Sulaiman bin Dawud As Inilah tempat batu besar yang dijadikan tanda olehnya setelah bangun dari tidurnya”.
Seperti apakah bentuk masjid al-Aqsha yang telah dibangun tersebut.

Bersambung Bag 2. Masjid al-Aqsha dimasa Nabi Musa As

.

oleh. iqbal


[1]  قال أبو محمد عن أنس عن أبي إدريس عن وهب قال: حبلت حواء وآدم بمكة يبتني فولدت شيئاً وعناقاً في كل بطن غلاماً وجارية وكانت حواء تحمل في كل عام فتلد في كل بطن غلاماً وجارية فنزل جبريل على آدم فأمره أن يزوج الغلام من البطن الأول الجارية من البطن الآخر ويزوج أيضاً الغلام من البطن الأخير الجارية من البطن الأول ثم أمر الله تعالى آدم بالسير إلى البلد المقدس فأراه جبريل كيف يبني بيت المقدس فبنى بيت المقدس ونسك فيه(التجان في ملوك حصير، ص.21-22) 
[2] إلى أن ابن الجوزي ذكر في قول النبي صلى الله عليه وسلم" أربعون سنة " إشكالاً لأن إبراهيم  عليه السلام بنى المسجد الحرام وسليمان بنى بيت المقدس وبينهما أكثر من ألف سنة، ثم أجاب ابن الجوزي عن هذا الإشكال بقوله: إن الإشارة إلى أول البناء ووضع أساس المسجد، وليس إبراهيم عليه السلام أول من بنى الكعبة، ولا سليمان أول من بنى بيت المقدس، ثم قال ابن الجوزي : " فقد روينا أن أول من بنى الكعبة آدم، ثم انتشر ولده في الأرض، فجائز أن يكون بعضهم قد وضع بيت المقدس، ثم بنى إبراهيم عليه السلام الكعبة بنص القرآن، وكذا قال القرطبي: إن الحديث لا يدل على أن إبراهيم وسليمان لما بنيا المسجدين ابتدأ وضعهما لهما، بل ذلك تجديد لما كان أسسه غيرهما. (ابن حجر في فتح الباري ج6 ص407)
[3] في عهد يعقوب بن اسحق عليهما السلام أعيد بناء المسجد بعد أن هرم بناء إبراهيم عليه السلام) ابن كثير في البداية والنهاية ج1 ص184(

Tokoh dan Pendiri NU KH. Bishri Syansuri Didaulat Sebagai Pahlawan Santri




Islam Nusantara Center menyelenggarakan Santri of The Year 2017 yang digelar di Gedung Serba Guna Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Minggu (22/10/17).
Ulama besar sekaligus pejuang dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri, didaulat menerima penghargaan Pahlawan Santri dalam Penganugerahan Santri of The Year 2017.
Penghargaan Pahlawan Santri kepada Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim) itu diberikan langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Muttaqien, Bogor, KH Matrajo kepada anak almarhum KH Bisri Syansuri, yakni Hj Muhassonah Hasbullah (mewakili keluarga), di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jalan Merdeka Timur, Jakarta.
"Siapa yang tidak mengenal KH Bisri Sansuri, beliau merupakan salah seorang tokoh ulama Indonesia yang selalu berada di garda terdepan melawan penjajahan. Kuat dalam Ilmu Fiqih dan selalu mendahulukan kesatuan dan persatuan umat," kata KH Matrajo.
Selain  itu juga Mantan Menteri Agama KH. Saifuddin Zuhri menerima anugerah sebagai Santri mengabdi sepanjang hayat. Piagam penganugerahan diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada perwakilan keluarga.
Selain Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, pada kesempatan ini juga dihadiri antara lain: Menristek Dikti Mohammad Nasir,  Kordinator Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, serta tamu undangan dan para Santri.
Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan mengatakan, saat ini saatnya untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang melawan penjajah. “Generasi orang tua kita dulu berjuang, hari ini kita menikmati perjuangannya. Dulu mereka menghibahkan semua darah, bahkan nyawa untuk Republik ini. Saya rasa ini saatnya kita buktikan bahwa perjuangan mereka akan kita teruskan di masa-masa yang akan datang,” ucap Anies.
Santri of The Year 2017 adalah ajang pemberian anugurah bagi kalangan Santri. Menurut panitia, event ini bertujuan menemukan dan menampilkan tokoh yang telah memberikan sumbangsih dan prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif, serta kerja dan karya bagi pembangunan bangsa dan negara tercinta ini.
Selain itu, anugerah juga diberikan kepada Tokoh atau Santri yang mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan suri tauladan bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun Bangsa dan Negaranya.
Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Hari itu menjadi moment Santri seluruh Tanah Air untuk membaca kembali karya-karya keilmuan dan sejarah peran besar Ulama / Santri dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.

Tokoh–tokoh Santri dan Pondok Pesantren yang terpilih berdasarkan vote terbanyak melalui polling yang dirilis di web Islam Nusantara Center, sebagai berikut:
1. Penganugerahan Pahlawan Santri diberikan Kepada KH. Bisri Syansuri Denanyar, Jombang.
3. Penganugerahan Santri Mengabdi Sepanjang Hayat diberikan kepada KH. Saifuddin Zuhri (Mantan Menteri Agama).
3. Penganugerahan Santri Inspiratif Bidang Pendidikan diberikan kepada Prof. Dr. Abd. A’la (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).
4. Penganugerahan Santri Inspiratif Bidang Dakwah diberikan kepada KH. Anwar Zahid (Bojonegoro Jawa Timur).
5. Penganugerahan Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya diberikan kepada Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat, Solo).
6. Penganugerahan Santri Inspiratif Bidang Wirausaha diberikan kepada Nanang Qosim Yusuf (Master of Motivator the 7 Awareness, Namten).
7. Penganugerahan Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Dalam Pemerintahan diberikan Kepada Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur).
8. Penganugerahan Santri Berprestasi Internasional diberikan kepada Izza Nur Layla (Santri Pesantren Nuris Jember, Juara International Kompetisi Agribisnis).
9. Penganugerahan Pesantren Salaf Inspiratif diberikan kepada Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
10. Penganugerahan Pesantren Modern Inspiratif diberikan kepada Pesantren Ummul Qurro Al-Islami, Leuwiliang, Bogor.
11. Penganugerahan Pesantren Enterpreneur Inspiratif diberikan kepada Pesantren Bisnis Al-Hikmah 2, Benda, Brebes. (AS)





MALAM GRAND FINAL Musabaqoh Qiroatul Kutun dan Hifdzun Nadhom Tingkat Jawa Timur





Bagi para peserta musabaqoh (MQK dan MHN) seJatim jum'at malam ini (13 10 2017)adalah waktu yang paling dinanti juga mendebarkan. Mengingat dari jumlah peserta yang masuk semifinal akan di pangkas dan diambil empat peserta terbaik yang berhak mengikuti babak final malam ini.
Prediksi babak final malam nanti akan lebih menegangkan dari sebelumnya, mengingat apa yang akan ditanyakan dan diujiakan kepada para finalis lebih berbobot dan lebih sulit dari babak sebelumnya. Maka peserta finalispun akan dituntut benar-benar faham dan menguasai materi yang di ujikan, seperti dalam musabaqoh qiroatul kutub fathul qorib disamping peserta dituntut mengerti arti dan makna setiap lafadz, dan pemahaman isi kandungan teks yang dibaca, peserta juga dituntut mempunyai pemahaman yang menadalam tetang cabang ilmu yang lain contohnya nahwu dan shorof. Sedang untuk yang Hifdun Nadhom peseta tidak hanya di uji hafalan dan kelancaran nadhom yang diujikan saja, tetapi juga maksud dari nadhom tersebut para peserta juga harus menguasainya. Adapun soal adalah yang diambil secara acak oleh peserta sendiri.
Kita saksikan saja malam ini final musabaqoh qiro'atul kutub dan hifdcun nadhom dikomplek utama ponpes mamba'ul ma'arif, selain melihat keseruanya juga banyak ilmu yang bisa di ambil dan menjadi pembanding untuk diri kita sendiri. 

Bagi para peserta jum'at malam ini (13 10 2017)adalah waktu yang paling dinanti juga mendebarkan. Mengingat dari jumlah peserta yang masuk semifinal akan di pangkas dan diambil empat peserta terbaik yang berhak mengikuti babak final malam ini.
Prediksi babak final malam nanti akan lebih menegangkan dari sebelumnya, mengingat apa yang akan ditanyakan dan diujiakan kepada para finalis lebih berbobot dan lebih sulit dari babak sebelumnya. Maka peserta finalispun akan dituntut benar-benar faham dan menguasai materi yang di ujikan, seperti dalam musabaqoh qiroatul kutub fathul qorib disamping peserta dituntut mengerti arti dan makna setiap lafadz, dan pemahaman isi, peserta juga dituntut mempunyai pemahaman yang menadalam tetang cabang ilmu yang lain contohnya nahwu dan shorof. Sedang untuk yang Hifdun Nadhom peseta tidak hanya di uji hafalan dan kelancaran nadhom saja tetapi juga maksud dari nadhom tersebut para peserta juga harus menguasainya.
Kita saksikan saja malam ini final musabaqoh qiro'atul kutub dan hifdcun nadhom, selain melihat keseruanya juga banyak ilmu yang bisa di ambil dan menjadi pembanding untuk diri kita sendiri.


Oleh santriasa


Hari Pertama Musabaqoh Qiroatul Kutub dan Hifdzun Nadhom Tingkat Jawa Timur


Musabaqoh Qiroa'tul Kutub dan Hifdzun Nadhon tingkat Jawa Timur di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang pada hari ini 12 Oktober 2017 telah resmi dimulai.
Acara yang sekaligus untuk menyemarakan rangkaian kegiatan hari santri nasional 2017 ini diikuti hampir seluruh pondok pesantren sejawa timur, bahkan karena sangking banyaknya peserta yang terdaftar maka dibuatlah zona-zona sesuai kota asal pondok peserta masing-masing untuk babak penyisihan.
Dan di hari pertama setelah pembukaan yang dihadiri oleh seluruh delegasi dilunjutkan  untuk penyisihan sesuai zona masing-masing baru keesok hariny tahap semifinal sampai final dan terakhir jum'at malam sabtu pengumuman para juara, tutur ust. Kholilurrahman salah satu panitia acara.
Adapaun yang dilombakan ada tiga tingkatan yakni tingkat marhalatul ula, wustho dan ulya. Fathul Qorib dan Aqidatul Awam untuk tingkat ula, Imrithi dan Tafsir Jalalain untuk tingkat wustho dan Alfiyah dan Ihya'ulumuddin untuk tingkat ulya.

Semoga acara ini berjalan dengan baik dan juga menjadi penyemangat para santri untuk dapat lebih berprestasi.

Menuju Indonesia Sebagai Pusat Study Kaligrafi Dunia


    Sabtu malam 16 September 2017 acara penutupan festival dan pameran kaligrafi asean berlangsung khidmat. Acara yang bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang diawali dengan suratul Fatihah dilanjutkan  pembacaan ayat suci alqur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, hubul wathon minal iman tak ketinggalan mars gerakan ayo modok dan mars mamba'ul ma'arif. 
     Selanjutnya pada sambutan yang pertama Ustadz atho’illlah selaku ketua panitia festival dan pameran kaligrafi ASEAN  mengatakan “acara yang dimulai sejak tanggal 14 september 2017 sampai malam ini alhamdulillah berjalan dengan  lancar, baik di segi peserta yang hadir, tamu undangan ataupun dalam segi acara yang dijalankan”.
     Beliau juga mengingatkan bahwasanya malam ini bukanlah sebuah akhir tetapi sebagai awal dimulainya generasi emas peradaban kaligrafi di Indonesia, dimulai dari asean mari jadikan Indonesia sebagai pusat kaligrafi dunia pungkasnya.
Bila dilihat dari antusias peserta yang hadir ternyata bukan hanya dihadiri dari negara asean akan tetapi juga ada dari cina, saudi arabia, maroko dan turki oleh karenanya menurut gus aik selaku ketua hari santri nasional acara kaligrafi ini bukan hanya asean tetapi sudah bisa dikatakan sekelas dunia. Sesuai dengan Nahdhotul Ulama' yang sangat peduli dengan khasanah budaya dan seni maka termasuk seni  kaligrafi di Indonesia haruslah kita dukung untuk lebih maju kedepanya. Terlebih kaligrafi yang ada di sekolah kaligrafi al-Qut'an (sakal) mamba'ul ma'arif ini mempunyai sanat yang bersambung.
     Lain halnya dengan KH. Abdussalam shohib yang sangat menekankan kegiatan seperti ini haruslah mendapatkan suport tidak hanya dari para santri dan organisasi islam tetapi juga dukungan dari para petinggi negeri ini untuk memfasilitasi acara-acara seperti ini kedepanya, karena ini sangat penting bagi sebuah negara yang mayoritas agama islam maka sudah selayaknya budaya yang bernuansa islami huruslah didukung sepenuhnya.
     Setelah ini semoga semakin banyak kaligrafer-kalugrafer indonesia yang diakui dunia ucap beliau.
     Acara ini disebut telah melampaui ekspetasi awal, karena belum pernah acara kalgrafi seperti ini di helat di Indonesia, maka ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Oleh karenanya mewakili Derektur General IRCICA yang sehari sebelumnya lebih dulu bertolak kejakarta Dr Said Qosimoglu Sekjen IRCICA menyampaikan rasa senang dan bangganya atas kesuksesan acara yang dihelat di ponpes Mamba'ul Ma'arif ini terlebih terimakasih beliau ucapkan kepada ketua panitia acara atho'illah yang telah sembuat acara ini berjalan dengan baik, begitupun Syekh Bilaid Hamid pencipta madzhab khat alhamidi menganggap acara ini adalah acara terbaik dan akan menjadi sangat bagus untuk perkembangan khat dan kaligrafi khususnya di Indonesia dan Asean.

   Adapun ketua partai kebangkitan bangsa Muhaimain Iskandar yang hadir dalam penutupan acara kaligrafi asean ini menyampaikan  tentang “Seni adalah media untuk menyampaikan rasa tanpa batas”, penggalan tersebut  beliau ucapkan disela-sela pembicaraan beliau tentang pentingnya  acara ini diselenggarakan, sangat mengharapkan kelanjutan dari acara tingkat asean ini menjadi dunia, dan ini akan menjadi bukti semakin majunya kaligrafi di Indonesia. Semua pihak haruslah mendukung acara yang seperti ini, untuk indonesia hebat.
Selanjutnya acara  diakhiri dengan do’a dari beliau KH Zainal Arifin.
     Semoga dengan ini perkembangam kaligrafi Indonesia semakin maju dan seperti  harapan dari KH Abdussalam Shohib seklaku pengasuh ponpes mamba'ul ma'arif denanyar dan juga ust. Atho'illah selalu derektur sekolah kaligrafi al-Qur'an (sakal) untuk menjadikan pusat study kaligrafi dunia berada di Indonesia dan jombang menjadi tempat yang tepat untuk itu.


Oleh. Ismail Dwe
Editor. Santriasa

Pameran Ijazah Asean dan 20 Karya Pilihan IRCICA Warnai Workshop Kaligrafi di Denanyar Jombang

Pameran Ijazah Asean merupakan salah satu agenda pokok dalam event kaligrafi akbar yang akan dihelat oleh SAKAL (Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an) Jombang, pada 14-16 September mendatang. Pameran ijazah yang dimaksud adalah pameran jenis-jenis ijazah kaligrafi yang selama ini telah berkembang di dunia asean melalui jalur al-Ustadz Belaid Hamidi di beberapa jenis khot, seperti riq’ah, diwani, jaly diwani, nasta’liq, maghribi dan juga naskhi. Tidak hanya ijazah para kaligrafer putra bangsa, tetapi pameran kali ini juga menyuguhan sejumlah ijazah dari kaligrafer negara Asean lainnya seperti Malaysia, Singapura dan juga Thailand.
Melengkapi pameran ijazah Asean, juga akan ditampilkan karya-karya pilihan yang sengaja diboyong oleh Direktur Utama IRCICA, Dr Halit Eren. Tidak tanggung-tanggung, sejumlah karya dari kaligrafer ternama seperti al-Ustadz Dawud Bektasy, Ustadz Osman Ozcay, Ustadz Abdurrahman Depeler, serta karya-karya pilihan lainnya akan turut menghiasi Aula Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang pada 14-16 September mendatang.
“Karya-karya pilihan ini sengaja disiapan jauh hari dan Dr Halit Eren meminta slot khusus supaya karya para master tersebut dipajang bersama pameran ijazah yang akan diadakan di Aula Mambaul Ma’aarif nanti. Karena itu kami harapkan pada rekan-rekan kaligrafer tanah air benar-benar memanfaatkan moment berharga ini untuk sama-sama terus belajar dan menimba ilmu dalam bidang kaligrafi, bersama memajukan kaligrafi di tanah air.” Demikian tegas Atho’illah, direktur madrasah SAKAL Jombang. 

[nur/ sakalfestival.com]
Santriasa

Ma'na Lomba Santri dalam HUT RI ke 72

NILAI GEBYAR HUT INDONESIA KE 72.
.
     Hari Jum'at keadaan asrama pondok kami sangat riuh dengan adanya lomba dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.
       Menurut ustadz Luqman kemeriahan yang ada di bulan Agustus setiap tahunya ini adalah salah satu wujud sukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan angureah kemerdekaan kepada kita bangsa indonesia. Dan adapun lomba-lomba yang khas ada disetiap perayaan kemerdekaan ini adalah sebagai monumen kemerdekaan yang hanya bisa kita lihat satu kali dalam satu tahun.
      Karenanya kami sebagai santri tidak akan menghilangan monumen kemerdekaan tersebut, karena dengan adanya hal tersebut kita bisa merasakan indah dan nikmatnya sebuah kemerdekaan yang telah diberikan.
 لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
   Adapun lomba dalam rangka memperingati kemerdekaan kali ini meliputi lomba futsal, volly, makan kerupuk dan balap kelereng. Walaupun waktu pelaksaan lomba sangat singkat tetapi alhamdulillah semua sukses dan berjalan lancar berkat antusias para teman-teman santri sekalian.
         Bukan tetang kalah atau menang, kebersamaan dan kekompakan adalah hal terpenting yang bisa kami dapat dari adanya kegiatan ini. Dikarenakan hadiahnya pun tidak seberapa, begitu canda teman kami rahmat.
     Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 72, Indonesia semakin jaya.
.pondok denanyar, 18-08-2017
.
Oleh. Hamba Allah
Editor/publiser. Team santriasa
.
Vidio kemeriahan kami

   

WORKSHOP KHAT INTERNATIONAL DI DENANYAR JOMBANG

Petunjuk Pelaksanaan Workshop Khat Internasional
 HOME  PETUNJUK PELAKSANAAN WORKSHOP KHAT INTERNASIONAL

Oleh. SEKOLAH KALIGRAFI AL-QUR’AN (SAKAL)
DENANYAR, JOMBANG, JAWA TIMUR, INDONESIA

14 s/d 17 September 2017



PETUNJUK PELAKSANAAN WORKSHOP KHAT INTERNASIONAL

Workshop  Khat Internasional  dilaksanakan  pada hari Jum’at s/d Sabtu  tanggal 15 -16 September 2017 di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif.
Peserta mendaftarkan diri.
Adapun persyaratannya sebagai berikut :

Peserta mengisi formulir pendaftaran segbelum tanggal 31 Agustus 2017.
Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu ketika kuota sudah terpenuhi sebanyak 100 peserta.
Biaya Registrasi Workshop sebesar Rp. 200.000,- Dikirim melalui via transfer ke rekening BRI atas nama Zainul Mujib ( 6294-01-010119-53-7)
Peserta yang terdaftar wajib melakukan transaksi sebelum tanggal 05 September 2017, Dan Wajib konfirmasi Via Whatsapp ke Panitia (085655073077) serta menyertakan bukti/slip transaksi.
Peserta yang terdaftar dan menyatakan mengundurkan diri dari Workshop, maka biaya pendaftaran akan dikembalikan kepada peserta sebesar 50% .

Informasi tentang Workshop Khat Internasional  dapat diakses di:
Web resmi Festival. www.sakalfestival.com
Web SAKAL: sakalkaligrafi.blogspot.co.id,
Grup facebook: ASEAN Calligraphy Festival and Exhibition 2017 (SAKAL)
Contact person 085655073077  (Panitia).
Materi Workshop

Kuliah Umum Khat.
شرح أساسيات مختلفة الخطوط في منهج حميدي
Khat Kufi.

Pemateri workshop
Mr. Halit Eren, Direktur Utama  Research Centre For Islamic History, Art and Culture (IRCICA), Turkiye.

Mr. Belaid Hamidi Dewan Juri  Research Centre For Islamic History, Art and Culture (IRCICA), dan Pencetus Manhaj Hamidi, Maroko.

Dr. Abdullah Abdu Futiny Direktur Utama Saudi Scientific Association of Arabic Calligraphy, Saudi Arabia.

Alamat Pendaftaran &  Kontak Person

Sekretariat              : Kantor SAKAL, Auditorium Lt 1, PP Mambaul Ma’arif,     Jl. Bisri Syansuri 81, Denanyar Jombang, kode pos: 61416.
Alamat email          : sakalpameran@gmail.com
Alamat website      : www.sakalfestival.com dan http://sakalkaligrafi.blogspot.co.id
Call / whatsapp
Zainul Mujin                  : 085655073077
Ahmad Shibirin             : 085215146069
Formulir Pendaftaran

Formulir pendaftaran dapat di akses di web sakal : sakalkaligrafi.blogspot.co.id  atau download dengan mengunjungi link berikut dan dikirim ke e-mail panitia pameran sakalpameran@gmail.com , atau mengirimkan secara langsung ke sekretariat.
Formulir juga tersedia dalam aplikasi online pada halaman website pada link berikut.

link formulir pendaftaran
Atau bisa kirim ke email: sakalpameran@gmail.com


PERAN SANTRI SEBAGAI GARDA TERDEPAN MENJAGA NKRI

Jelang Hari Santri 2017, RMI PBNU : Santri Harus Jadi Garda Terdepan menjaga Pancasila

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan 22 Oktober sebagai peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua Panitia Hari Santri 2017 dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (asosiasi pondok pesantren se indonesia) PBNU Ahmad Athoillah atau biasa disapa Gus Aik mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan prakondisi (road to hari santri) dengan berbagai kegiatan dan acara yang akan digelar di Seluruh Indonesia mulai tanggal 10 Agustus hingga 30 Oktober 2017 mendatang.

"Saat ini kami sedang melakukan persiapan, rencananya kami akan melakukan grand launching pada tanggal 10 Agustus mendatang," ujar Gus Aik kepada media di Jakarta, Minggu (6/8).

Selanjutnya, kata Gus Aik , perayaan Hari Santi 2017 merupakan upaya mengenang perjuangan kaum santri dalam memerdekakan Indonesia dan selalu mengisi dalam melakukan pembangunan untuk negeri.

"Selain orang-orang yang patuh terhadap agama, para santri adalah orang yang setia kepada ulama dan negara Indonesia atau NKRI. Saat ini PP RMI NU bersama seluruh panitia sedang mempersiapkan acara Hari Santri 2017 sebagai upaya untuk meningkatkan, merajut kebinekaan dan kedaulatan Indonesia," jelasnya.

Gus Aik berharap, melalui Hari Santri 2017 mendatang, para santri dapat selalu berkontribusi dan membantu memajukan Indonesia, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan republik Indonesia tercinta ini.

"Santri harus menjadi garda terdepan untuk selalu tetap setia menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD," tutup Gus Aik.

Dikutip dari harisantri.com

LOMBA KALIGRAFI NASIONAL 2017

PAMERAN DAN FESTIVAL KALIGRAFI ISLAM ASEAN 2017
SEKOLAH KALIGRAFI AL-QUR’AN (SAKAL)
DENANYAR, JOMBANG, JAWA TIMUR, INDONESIA
14 s/d 17 September 2017

LOMBA KALIGRAFI NASIONAL
ATAS NAMA Dr. ABDULLAH ABDU FUTINY
PASAL I:
KOMITE PENYELENGGARA

Komite Penyelenggara dibentuk di bawah kepemimpinan Sekolah Kaligrafi Al-Quran (SAKAL), Jombang, Jawa Timur, Indonesia.

PASAL II:
DEWAN JURI LOMBAAN

Dewan Juri Perlombaan terdiri dari para Ahli yang terkenal di bidang Kaligrafi Islam Klasik berikut  ini:

Anggota Dewan Juri

Mr.  Atho’illah , Pakar Kaligrafi Indonesia.
Mr. Isep Mishbah, Pakar Kaligrafi Indonesia.
Mr. Muhammad Nur, Pakar Kaligrafi Indonesia.
Mr. Bambang Priyadi, Pakar Kaligrafi Indonesia.
Mr. Miftahul Huda, Pakar Kaligrafi Indonesia.

PASAL III:
SEKRETARIAT PERLOMBAAN

Semua kegiatan yang berhubungan dengan perlombaan akan dikoordinasikan oleh “SAKAL (Sekolah Kaligrafi Al-quran Denanyar Jombang)” Kordinator Perlombaan Muhammad Choirul Anas ( 085707288597 ).
Semua Korespondensi mengenai kompetisi harus ditujukan ke sekretaiat pameran :
Panitia Pameran dan festival Kaligrafi Islam ASEAN 2017
Sekolah Kaligrafi Alqur’an (SAKAL)
Jl. KH. Bisri Syansuri, No. 81, Asrama Sunan Ampel, PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Kode Pos: 61416, Phone: 085655073077 (panitia),
Email: sakalpameran@gmail.com
Sekretariat perlombaan tidak bertanggung jawab atas prosedur kerja atau keputusan dari Dewan Juri sebelum atau setelah hasil kompetisi diumumkan.

PASAL IV:
SUBJECT DAN REGULASI PERLOMBAAN

Model
Perlombaan meliputi gaya tulisan Naskhi  (Madrasah Syauqi). Ditulis dengan pena maksimal 1,5 mm.

Peraturan
Karya-karya yang akan disertakan dalam perlombaan harus ditulis dengan cara tradisional, dengan pena celup (tinta), sesuai dengan aturan klasik.

Dasar Evaluasi
Karya-karyanya akan dievaluasi berdasarkan aturan seni kaligrafi klasik. Karya yang mengandung kesalahan dalam komposisi dan urutan teks yang mengubah artinya tidak akan dievaluasi. Demikian juga, karya yang tidak mengikuti peraturan yang disebutkan dalam buklet ini dan / atau mengandung kesalahan ortografi akan didiskualifikasi, berapa pun nilai artistiknya.

Teks Perlombaan
Teks yang dilombakan diambil dari Nadzm Raiyah fi ‘ilmi al-Kitabah wa Alatiha, karya Ibnu Bawwab, teks secara utuh bisa diunduh pada link di akhir postingan ini.



Download
يَا مَـن يُرِيـدُ إِجـَادَةَ التَّـحْــــــــــــــرِيرِ                  وَيَـــــــــــــــــــرُومُ حُسْـنَ الـخَطِّ وَالتَّصْوِيرِ

إِنْ كَانَ عَزْمُـكَ فِي الْكِتابَةِ صَــــــادِقًا                  فَـارْغَـبْ إِلَى مَــولَاكَ فِي التَّـيْـــــــــــــسِـيرِ

أَعْـدِدْ مِنَ الأَقْــــــــــلامِ كُلَّ مُثَــقَّــــفٍ                 صُلْبٍ  يَصُوغُ صِيـــــــَــــــاغَــــــةَ التَّحْبِيرِ

وَإِذَا عَـمَدْتَ لِـبَــــــــــــــــرْيِهِ فَـتَـوَخَّـهُ                 عِنْـدَ القِـيــــــــــــــــَاسِ بِأَوْسَــطِ التَّقــــــدِيرِ

اُنْظُــــــرْ إِلى طَرَفَـيـهِ فَاجْـعَـــلْ بَـرْيَـهُ                 مِـنْ جَانِـبِ التَّدْقِـيــــــــــــــــــقِ وَالتَّخْـصِيرِ

وَاجْعَلْ لـجِـَـلْفَـــــتِهِ قَوامًا عَـــــــــــادِلًا                 يَـخْلُـو مِنَ التَّطْـوِيلِ وَالتَّـــــــــــــــــــقْـصِيرِ

وَالشَّقَّ وَسِّــــــطْهُ لِيَـبْـقَى بَـرْيـــُـــــــهُ                 مِـنْ جَانِبَــــــــيْـهِ مُشَـاكِلَ التَّـقْـدِيــــــــــــــرِ

وَكَذَاكَ شَحْمَتَهُ اعْتَمِـدْ تَوْسِيْطَــــــــــهَا                 لِتَـكُـونَ بَيْنَ النّـقْـصِ وَالتَّـوْفِـيـــــــــــــــــــرِ

حَـتَّى إِذاَ أَحْـكَــــــــــــــــمْـتَ ذَلِكَ كُلَّـهُ                 إِحْـكامَ طَــــــــــــــبٍّ بِالـمُــرادِ خَـبِــــــــــيرِ

فَاصْرِفْ لِشَــــــــــأْنِ القَطِّ عَزْمَكَ كُلَّهُ                 فَـالقَــطُّ فِـيــــــــهِ جُـمْـلَـةُ التَّــدْبِـيــــــــــــــرِ

لَا تَطْمَـعَنْ فِي أَنْ أَبُوحَ بِسِــــــــــــــرِّهِ                 إِنِّـي أَضَــنُّ بِـــسِرِّهِ الـمَــسْـــــــــــــــــتُــورِ

لَكِنَّ جُـمْـلَــــــةَ ما أَقُـولُ بِأَنَّــــــــــــــهُ                 مـَا بَــينَ تَـحْــــــرِيـــفٍ إِلَى تَـــدْوِيـــــــــــرِ

فَابْذُلْ لَهُ مِنْكَ اجْتِهادًا وافِيًـــــــــــــــــا                 فَـعَـسَــــــــــــــــاكَ تَـظْـفَـرُ مِنْـهُ بِالـمَـــأْثُورِ

وَأَلِقْ دَوَاتَكَ بِالدُّخانِ مُدَبِّـــــــــــــــــرًا                  بِالـخَــــــــــــــــلِّ أَو بِالـحِـصْرِمِ الـمَعْـصُورِ

وَأَضِفْ إِلَيهِ مُغْــــــــــــــرَةً قَدْ صُوِّلَتْ                 مَـعَ أَصْفَــــرِ الـزِّرْنِـيْـــــــــــــخِ وَالـكافُــورِ

حَتَّى إِذاَ خَــــمَّرْتَــــــــهــــَا فَاعْمِدْ إِلَى                 الْـوَرَقِ النَّــــــــــــــــــــقِيِّ النَّـاعِمِ الـمَخْـبُورِ

فَاكْبِسْهُ بَعْدَ القَطْعِ بِالِمعْصــــــــارِ كَيْ                 يَنْـأَىْ عَنِ التَّشْـعِـيــــــــــــــــــــثِ وَالتَّغْـيِـيرِ

ثُمَّ اجْعَلِ التَّمْـثِيلَ دَأْبَكَ صَـــــــــابِـــرًا                 مـَا أَدْرَكَ الـمَـأْمُولَ مِثْـــــــــــــــــــلُ صَبُورِ

اِبْــــــــــــــدَأْ بِــهِ فِي اللَّـوحِ أَوَّلَ مَـرَّةٍ                  فَكَــذاكَ فِعْـلُ الْـمَـاجِدِ النِّـحْــــــــــــــــــــرِيرِ

ثُمَّ انْتَـــــقِلْ لِلـدَّرْجِ مُنْتَـضِيًــــــــــــا لَهُ                 عَزْمًا تُـجَـــرِّدُهُ عَنِ التَّـشْـمِــــــــــــــــــــــيرِ

وَابْسُطْ يَمِينَكَ فِي الكِتابَةِ مُقْـــــــــدِمًا                   مَا أَدْرَكَ الـمَأْمُـــــــــــــولَ مِثْـلُ جَسُــــــورِ

لَا تَخْـجَلَنَّ مِنَ الرَّدِيءِ تَـخُـطُّـــــــــهُ                   فِي أَوَّلِ التَّـمْثِـــــــــــــــيلِ والتَّـسْـطِـــــــــيرِ

فَالأَمْرُ يَصْعُبُ ثُمَّ يَــرْجِعُ هَيِّـــــــــــنًا                  وَلَــــــــــــــرُبَّ سَـهْـلٍ جـاءَ بَــــــعْـدَ عَسِـيرِ

فَإِذا بَلَغْتَ مُـناكَ فِـيمـا رُمْـتَــــــــــــهُ                   وَغَدَوْتَ حِـــــــلْـفَ مَـسَــــــــــــــرَّةٍ وحُـبُورِ

فَاشْكُرْ إِلَـٰهَـكَ وَاتَّبِـعْ رِضْوانَـــــــــــهُ                   إِنَّ الإِلَـٰـهَ يُـحِــبُّ كُلَّ شَــــــــــــــــــــــــكُـورِ

وَارْغَبْ لِكَفِّكَ أَنْ تَخُــــــــــــطَّ بَنانُها                   خَــيرًا تُـخَـلِّـــــــــــــــــــــفُـهُ بِـــدارِ غُــرُورِ

فَجَميـعُ فِعْلِ الـمَرْءِ يَلْقــــــــــــاهُ غَـدًا                  عِنْـدَ الْتِـقـاءِ كِـتـَـــــــــــــــــــــابِـهِ الـمَنْـشُورِ

ثُمَّ الصَّــلاةُ عَلى النَّـبِيِّ مُحَـمَّـــــــــــدٍ                  مـَا لَاحَ نَـجْـمٌ فِي دُجَى الدَّيْجُـــــــــــــــــــورِ



PASAL V:
HADIAH dan HAK CIPTA

Total Hadiah $1.500,- dialokasikan oleh Dr. Abdullah Abdu Futiny untuk Perlombaan Kaligrafi Nasional (On The Spot), dengan pembagian berikut:

Model     Juara 1    Juara 2 Juara 3    Total
Naskhi     $700 $500          $300     $1.500

Dewan Juri dapat memutuskan bahwa karya yang masuk tidak layak sebagai juara satu. Keputusan dari Dewan Juri bersifat final dan mengikat.
Semua Karya yang dikirim pada perlombaan akan menjadi milik SAKAL, dan karya yang terbaik I, II, III akan dipamerkan di acara pameran.
Informasi tentang tanggal dan prosedur pemberian penghargaan akan diumumkan oleh SAKAL di akhir acara, SAKAL juga akan mengorganisir upacara pemberian hadiah bagi para juara dan mengundang beberapa peserta untuk pameran karya.
Para juara berhak mendapatkan Piagam Penghargaan, Tabanas, san Souvenir SAKAL.

PASAL VI:
KONDISI DAN SYARAT PERLOMBAAN

Kompetisi ini mengharuskan kepada seluruh peserta untuk mengikuti aturan-aturan yang tercantum di booklet dan terbuka bagi seluruh seniman kaligrafi islam.
Kompetisi dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 15 September 2017 di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif,
Kompetisi ini berdurasi selama 6 Jam (termasuk istirahat) mulai pukul 08.00 WIB sampai  pukul 14.00 WIB.
Biaya Registrasi Kompetisi sebesar 100.000,-
Kaligrafer yang memenangkan pada kompetisi masa lalu dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini.
Formulir terlampir harus diisi dan dikirim paling lambat pada tanggal 31 Agustus 2017 untuk dapat berpartisipasi dalam kompetisi dan dapat dikirim melalui e-mail pameran: sakalpameran@gmail.com atau mengirimkan secara langsung ke secretariat pameran.
Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu ketika kuota sudah terpenuhi sebanyak 100 peserta.
Tulisan dituliskan secara langsung tanpa bantuan cetak atau mal.

Informasi tentang kompetisi dapat diakses di web SAKAL: blogspot.co.id, grup facebook: ASEAN Calligraphy Festival and Exhibition 2017 (SAKAL) atau di contact person 085655073077 (Panitia).

PASAL VII:
FORMAT KARYA

Semua peserta harap memperhatikan peraturan ini:

Identitas: karya tidak boleh diberi nama, tanda, atau segala sesuatu yang menunjukkan identitas peserta, dan hanya di perbolehkan sebatas nomor peserta.
Warna: karya harus ditulis menggunakan tinta hitam, karya tidak boleh diberi hiasan.
Ukuran: Media yang digunakan dalam kompetisi menggunakan kertas art paper ukuran 40 x 60 cm.

PASAL VIII:
KALENDER PELOMBAAN

Pengumuman Perlombaan               Juni 2017
Batas akhir Pendaftaran                  31 Agustus 2017
Waktu Perlombaan                          15 September 2017
Penjurian                                           15 September 2017
Pengumuman hasil Perlombaan   17 September 2017

Tautan Download
Booklet dan teks lomba: Download
Booklet perlombaan download di sini
Teks lomba saja, download di siniDownload

Festival Kaligrafi Dalam Acara Satu Abad PonPes Denanyar

image : madiunpos
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar (ketiga dari kanan) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kiri) membuka Pameran dan Festival Kaligrafi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2015). Festival kaligrafi itu merupakan acara awal dari paket peringatan satu abad Ponpes Denanyar.( madiunpos )

Satu Abad Pesantren Denanyar Diperingati di PBNU

image : nu.or.id
Peringatan 1 Abad Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur, dan bedah buku biografi Almaghfurlah KH Bisri Syansuri (1887-1980) digelar di aula gedung PBNU lt 8, Ahad (26/10).

Hadir dalam acara tersebut tokoh senior NU KH Chalid Mawardi, keluarga besar KH Bisri Syansuri, antara lain Pengasuh Pesantren Denanyar Nyai Hj Nadhiroh Shohib dan Ketua Yayasan Pesantren Denanyar Nyai Hj Hamidah, serta para aktivis NU dari berbagai instansi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa juga tampak hadir.

Dalam sambutannya, Kiai Said menyebut KH Bisri Syansuri yang juga salah satu pendiri NU sangat dikenal sebagai ulama yang keukeuh memegang fiqih. Meski demikian, pola hubungan kemasyarakatannya tidak kaku. “Itulah hebatnya kiai NU. Jadi, ulama Timur Tengah perlu belajar ke Indonesia terkait masalah ini,” ujar Kiai Said.

Atas nama alumni IKAPPMAM di Jakarta, Muhaimin Iskandar mengatakan KH Bisri Syansuri adalah mbah buyut dari garis ibunya. “Saya menyebut beliau adalah mbah buyut, mbahnya ibu saya. Beliau melahirkan kelompok kajian Tasywirul Afkar sementara KH Wahab Hasbullah melalui Nahdlatut Tujjar.

Akhirnya, lanjut Cak Imin, dua gerakan itu kemudian melahirkan NU. NU inilah yang sampai hari ini bukan hanya sebagai pilar kehidupan NKRI tetapi juga menjadi gerakan keagamaan yang mengakar sekaligus gerakan sosial yang membumi.

Di akhir sambutan, Cak Imin mengucapkan selamat kepada seluruh alumni atas penyelenggaraan acara tersebut. “Kita persembahkan 1 Abad Pesantren Denanyar kepada PBNU,” ujarnya yang langsung disambut aplaus panjang hadirin.

Usai membuka secara resmi peluncuran 1 Abad Pesantren Denanyar, KH Said Aqil Siroj diberi kehormatan untuk melakukan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Nyai Hj Nadhiroh Shohib. Acara kemudian dilanjutkan bedah buku biografi Almaghurlah KH Bisri Syansuri dengan moderator Abdul Halim Iskandar, adik kandung Abdul Muhaimin Iskandar. Tiga orang narasumber didaulat sebagai pembedah: KH Chalid Mawardi, Hj Lily Chadijah Wahid, dan Zainul Milal Bizawi.( nu.or.id )

Dokumentasi peringatan satu abad PonPes Mam'baul Ma'arif Denanyar Jombang

1.Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj (tengah) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) dan pengurus PBNU, pada acara pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati 1 Abad Pesantren Denanyar, Jombang, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
image : Okezone

 2.Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan kata sambutan pada acara pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati 1 Abad Pesantren Denanyar, Jombang, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat
image : Okezone

 3.Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj memberikan kata sambutan pada acara pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati 1 Abad Pesantren Denanyar, Jombang, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
 image : Okezone
4. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj (kiri) mengambil nasi tumpeng pada acara memperingati 1 Abad Pesantren Denanyar, Jombang, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat

image : Okezone

 5.Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj (dua kanan), Politikus Senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Wahid (dua Kiri) bersama pengurus melakukan potong tumpeng peringati 1 Abad Pesantren Denanyar, Jombang, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat
 
Sumber Dokumentasi : Okezone