Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN PESANTREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN PESANTREN. Tampilkan semua postingan

Lomba Santri dalam rangka Harla ASA 2018

Harlah Asrama Sunan Ampel 
PP. MAMBAUL MA'ARIF 
DENANYAR-JOMBANG



Syarat dan Ketentuan 
Pemenang Lomba
  • JUARA 1
    (TROPHY + PIAGAM + GOLDEN TICKET + UANG PEMBINAAN)
  • JUARA 2
    (TROPHY + PIAGAM + GOLDEN TICKET + UANG PEMBINAAN)
  • JUARA 3
    (TROPHY + PIAGAM + GOLDEN TICKET + UANG PEMBINAAN)


Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang 2018 2019

Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, Membuka penerimaan Santri baru ( Putra - Putri ) Tahun ajaran 2018 / 2019.

Pendaftaran santri baru, Bisa langsung datang ke kantor Asrama di alamat Jl. KH. Bisri Syansuri No.81 Denanyar Jombang , Atau menghubungi kontak di bawah ini :

Untuk Santri Putra :

Telp. 085838080888  /  081338080888  /  
         panitia PSB Hp/Whatsapp 085232097816  


Untuk Santri Putri : 

Telp. 085655012320 / 085607507293

Sebagai informasi tambahan, Berikut brosur informasi pendaftaran / penerimaan santri baru Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang :




22 Pasukan Sholawat Nariyah Sunan Ampel Putra Terbentuk!

Asrama Sunan Ampel Putra memiliki kegiatan yang intruksional, yaitu “nariyahan” (dzikir bersama membaca sholawat nariyah). Kegiatan ini hanya dilakukan jika telah diutus oleh Pengasuh. Kegitan ini hanya diikuti oleh santri yang terpilih.

Beberapa hari yang lalu, KH. Imam Haromain Asy'ari, M.Si. - selaku Pengasuh – telah mengutus mencarikan anggota. Pesan tersebut disampaikan kepada pembina, lalu pembina memilih 22 santri yang dijadikan jama'ah sholawat nariyah.


Berikut daftar santri tersebut:



  1. A. Fahruddin
  2. Abid Mufassir
  3. Affan Muhammad
  4. Ahmad Nashih
  5. Aji Kurniawan
  6. Ali Maulana Kilwo
  7. Azmi
  8. Dzikri
  9. Faiq Dzikrullah
  10. Fatih Aslamuddin
  11. Fauzi
  12. Fikri Akbaruddin
  13. Ismail Dwi Prilaksono
  14. Ja'far
  15. Lukman
  16. M. Abdul Hafizh
  17. M. Elma Fikri Alfan Ni'am
  18. M. Irsyadul Ibad
  19. M. Zulal Arwa
  20. Rafli
  21. Yahya Thobroni
  22. Zulham
Pasukan tersebut bersifat wajib ikut. Jadi jika tidak ada udzur, harus mengikuti. Namun jika ada udzur, harus mencari atau dicarikan pengganti.

Pembukaan OSSA 2014-2015 Sekaligus Pengijazahan Amalan

Santri Baru - Sesaat setelah pembukaan OSSA secara simbolis
Orientasi Santri Asrama Sunan Ampel (OSSA) tahun ajaran 2014-2015 dibuka pada Senin, 11 Agustus 2014, ba'da jama'ah Isya'. Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Asrama Sunan Ampel Putra ini diikuti oleh para santri baru dan santri lama. Santri lama hanya diwajibkan mengikuti pembukaan saja, sedangkan santri baru harus mengikuti pembukaan OSSA beserta rentetan kegiatan orientasi selama beberapa hari.
Pada pembukaan ini, K.H. Ahmad Wazir Ali, Lc., Pengasuh Asrama Sunan Ampel Putri memberikan sambutan secara singkat dan sedikit motivasi.
Acara dilanjutkan dengan pengijazahan amalan oleh K.H. Imam Haromain Asy'ari, M.Si. Setidaknya ada 7 amalan yang beliau ijazahkan kepada seluruh santri. Ijazah ini kebanyakan berguna untuk membantu tercapainya segala hajat kita. Pengijazahan dilakukan dengan dibacakan 3 kali oleh Kiai Imam, pada pembacaan yang terakhir ditirukan bersama-sama oleh para santri.
Selanjutnya giliran Ustadz Rodhin, Ketua Pembina Asrama Sunan Ampel, memperkenalkan seluruh jajaran pembina kepada para santri.
Acara terakhir yang diikuti oleh seluruh santri adalah pemakaian atribut secara simbolis. Atribut santri baru yang bernama M. Shofiul Anam dipasangkan oleh Agus H. Jauharul Afif, Lc. sebagai tanda pembukaan OSSA.
Berikutnya santri putra diberikan game oleh pengurus, setelah santri lama diperkenankan kembali ke asrama. Tujuan dari OSSA sendiri adalah untuk memperkenalkan budaya dan lingkungan pesantren kepada santri, agar mereka dapat beradaptasi dengan mudah.

'Ala Qodrihi: Grup Al Banjari Bentukan Alumni Asrama Sunan Ampel

Alumni Asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang memang kreatif. Baik di bidang akademik maupun non-akademik, sudah banyak yang menorehkan prestasi gemilang. Misalnya Mu'in, vokalis Mahabbatain.

Pengajian Ramadhan Telah Dimulai!

Bismillah. Alhamdulillah.

Awal pengajian Ramadhan telah dimulai di Asrama Sunan Ampel pada hari Ahad, 29 Juni 2014 untuk merealisasikan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Peserta pengajian ini antara lain adalah santri Asrama Sunan Ampel kelas 2 dan 3 tsanawiyah maupun aliyah. Sedangkan bagi santri kelas 1 tsanawiyah maupun aliyah tidak diselenggarakan pengajian Ramadhan pada tahun ini. Santri kelas 1 baru akan memulai pengajiannya setelah libur hari raya 'Idul Fithri.

Penampilan Al Farhan di Kertosono

Maulaya sholli ‘ala habiibikal Mushthofa # Sallim yaa Robbi ‘ala Nabiyyikal mujtaba....


Lantunan sholawat nabi terdengar merdu dilantunkan oleh Abdurrahman Hidayatullah, vokalis Al Farhan. Membuat hadirin dan setiap orang yang mendengar khusyuk mengingat Nabi kita tercinta, Rasulullah Muhammad SAW. Sya’ir yang berjudul “Madaaihuna” ini memang berupa pujian pujian kepada Rasulallah dan para Khulafa’ur Rasyidin. Membuat suasana pembukaan pengajian umum dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1434 H ini semakin syahdu.

Pengajian yang digelar di halaman Masjid Al Falah, Pelem, Kertosono ini dihadiri oleh para Kiai, Masyayikh, dan masyarakat umum dari daerah Kertosono dan sekitarnya. Setelah pembacaan sya’ir sya’ir Islami, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi/Serakalan oleh grup sholawat Al Farhan, setelah itu pengajian dimulai dengan penuh khidmat.
Pembicara dalam pengajian ba’da Isya ini antara lain adalah Dr. K.H. A. Hasyim Muzadi, ketua umum PBNU periode 1999-2010, dan Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Musa, M.Si, Pengasuh Pon. Pes. Luhur Al Husna, Wonocolo, Surabaya. Insya Allah, dengan terus mengikuti pengajian seperti ini akan menambah kecintaan kita kepada Allah dan kekasih-Nya.

Al Farhan sendiri merupakan salah satu grup sholawat Al Banjari dari Asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Sebenarnya, grup yang sudah sering memeriahkan acara acara di Pondok Pesantren Denanyar personilnya masih cukup muda, yaitu kelas 2 Aliyah (setingkat SMA). Malam hari itu sebenarnya adalah waktu belajar mereka, karena pada keesokan harinya mereka menghadapi ujian kenaikan kelas. Tetapi demi meriahnya acara yang mengingat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mereka rela mengorbankan sebagian waktu belajarnya. “Demi memeriahkan syi’ar Islam, kami rela mengorbankan waktu belajar”, ujar Muslim Aswaja, penerbang inti Al Farhan penuh semangat.

Selain Abdurrahman dan Muslim, personil Al Farhan lainnya dalam acara malam itu adalah Nauval Muhammad, Alfian Dilaga (vokal), Zainul Mujib, A’dhomussjuhur (backing vokal), Yusuf Effendi (penerbang inti), Nashir Syafruddin, Syuchron Setia (penerbang golong), dan Isfanur Rochman (bass). Al Farhan sudah sering mendapat juara antar Pondok se-Denanyar.

Forum Santri se-Jawa Madura Dukung RUU Santet




Jombang-Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) Jawa dan Madura menggelar Bahtsul Masail di Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang. Salah satu pembahasan dalam forum ini adalah mendukung pasal santet dalam RUU KUHP yang tengah digodok DPR RI.

Para santri mendefinisikan, bahwa santet, guna-guna dan teluh adalah tindakan membahayakan orang lain dengan kekuatan supranatural. Selain membahayakan, akibat perbuatan itu juga membuat korbannya merugi.

Salah satu narasumber pada acara di Komisi A, KH Ali Makki Zaini mengatakan, santet memang tak bisa dibuktikan, namun bisa dipidanakan. Pembuktian santet memang sulit. Hanya bisa dilakukan dengan pengakuan pelaku.

"Pembuktiannya sulit. Santet yang tergolong sihir bisa dibuktikan dengan pengakuan pelakunya," kata Kyai Ponpes Bahrul Hidayah Banyuwangi ini.

Pihaknya mencontohkan, seperti Eyang Subur yang dituding melakukan sihir atau guna-guna terhadap para istrinya itu. Dalam Islam tak dibenarkan menikah lebih dari 4 istri. Namun kenyataannya Subur menikah lebih dari itu.

"Untuk pembuktiannya memang Subur sendiri harus mengakui. Jika tak demikian, tak bisa dipidanakan," ungkapnya.

Forum Bahtsul Masail ini sendiri diikuti sekitar 100 santri dari berbagai pesantren di Jawa dan Madura. Diantaranya dari Kediri, Jombang, Tapal Kuda, Matraman dan Madura.

source, Detiknews

DENANYAR BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB SYEH


Ahad , 26 mei 2013 Denanyar dipenuhi dengan jama’ah sholawat dari berbagai daerah. dalam rangka haul KH. Bisri Syansuri ke-43 keluarga besar Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif mengadakan acara gema sholawat bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf.

Rintik air hujan sempat mengguyur tempat acara, meskipun demikian hal itu tidaklah mengurangi semangat bagi para SYEKHER dan SYEKHERAT  pecinta sholawat Habib Syekh yang ingin hadir untuk ikut bersholawat bersama sang Habib. Shekher mania tidak pernah takut panas, Shekher mania tidak pernah takut hujan !!! begitulah  ungkapan semangat yang dilontarkan oleh salah satu komando Sekher mania.

Acara ini dihadiri oleh para Masyayikh ponpes Mamba’ul Ma’arif juga para Masyayikh pondok pesantren yang lainnya, diantaranya KH. Imam Haromain Asyari, KH. Wazir Ali, KH. Aziz Masyhuri, KH. Wahab Kholil, KH. Abdussalam Shohib, KH. Anwar mansyur(lirboyo), dan dihadiri juga wakil gubernur Jatim Gus Ipul.

Pukul 19.30 WIB  syekher mania menyambut kedatangan Habib Syekh dan rombongannya, hujanpun mulai mereda saat dimulainya acara. Diawali dengan pembacaan tahlil bersama, oleh KH. Imam Haromain Asy’ari yang  berjalan dengan hikmad  dilanjutkan dengan  sholawat yang dipimpin langsung oleh  Habib Syekh bin Abdul Qodir  Assegaf. Shollu ‘Alan Nabi Muhammad  Semua lantang  sholawat bersama tanpa perduli genangan air yang ada di bawahnya. Syekher dan syekerat mania begitu bersemangat melantunkan sholawat sampai akhir penghujung acara, begitu nikmat tiga jam lebih bersholawat terasa kurang, Subhanallah semoga kita semua mendapatkan syafaat dari Baginda Rosul Muhammad SAW.

Dinantikan kembali kehadiran Habib Syekh di Denanyar. Shullu alan Nabi.

Download dokumentasi Sholawat Habib Syeh

Dok. Idien/Eqbal (ASA News)