Rincian Biaya Pendaftaran Asrama Sunan Ampel 2020/2021






RINCIAN BIAYA PENDAFTARAN
ASRAMA SUNAN AMPEL
PONDOK PESANTREN MAMBA'UL MA'ARIF DENANYAR JOMBANG
TAHUN 2020-2021

ASRAMA PUTRA
A. PENDAFTARAN PONDOK
: Rp. 150.000,-

B. DAFTAR ULANG SANTRI BARU
    1. Orientasi Santri Baru
: Rp. 100.000,-
    2. Dana Pemeliharaan Gedung
: Rp. 400.000,-
    3. Sewa Almari (1 tahun)
: Rp. 100.000,-
    4. Dana Kegiatan Pendidikan (1 tahun)
: Rp. 200.000,-
    5. Jam'iyah Kubro (Yayasan)
: Rp.   50.000,-
    6. Seragam Almamater
: Rp. 100.000,-

   Jumlah
: Rp. 1.100.00,-

C. PEMBAYARAN BULANAN (SYAHRIAH)
    1. Uang Makan 1 Bulan (2x sehari)
: Rp. 330.000,-
    2. Operasional Pondok 1 Bulan
: Rp. 140.000,-
    3. Loundry Seragam
: Rp.   30.000,-

   Jumlah
: Rp. 500.000,-

TOTAL
: Rp. 1.600.000,-


ASRAMA PUTRI

A. PENDAFTARAN PONDOK
: Rp. 150.000,-

B. DAFTAR ULANG SANTRI BARU
    1. Orientasi Santri Baru
    2. Sarana Prasarana
: Rp. 100.000,-
: Rp. 300.000,-
    3. Dana Almari (1 tahun)
: Rp. 100.000,-
    4. Dana Kegiatan Pendidikan (1 tahun)
: Rp. 150.000,-
    5. Jam'iyah Kubro (Yayasan)
: Rp.   50.000,-
    6. Seragam Almamater
: Rp. 220.000,-
    7. Buku Perizinan 
    8. Al-Qur'an
    9. Kasur
   10. KTA 
   11. Uang Makan 1 Bulan (3 X Sehari)
   12 Syariyah 1 Bulan 

: Rp.   25.000,-
: Rp.   55.000.-
: Rp. 170,000,-
: Rp.   15.000,-
: Rp. 450.000,-
: Rp. 120.000

   Jumlah
: Rp. 1.905.00,-

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU PP. MAMBAUL MA'ARIF - ASRAMA SUNAN AMPEL DENANYAR JOMBANG



Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Asrama Sunan Ampel 
Denanyar Jombang, Membuka penerimaan Santri baru ( Putra - Putri ) Tahun ajaran 2020 / 2021.

Atau melalui pendaftaran online : klik disini

Pendaftaran santri baru, Bisa langsung datang ke kantor Asrama di alamat Jl. KH. Bisri Syansuri No.81 Denanyar Jombang , Atau menghubungi kontak di bawah ini :

Untuk Santri Putra :

Telp. 085838080888  /  081338080888  /  
         panitia PSB Hp/Whatsapp 082143224701


Untuk Santri Putri : 

Telp. 085655012320 / 085607507293

Sebagai informasi tambahan, Berikut brosur informasi pendaftaran / penerimaan santri baru Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang :





Film Pendek The Santri (The power of Tahajud)




Di antara ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah shalat malam (Tahajud). Rasulullah mengerjakannya hingga kedua telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Tahajud merupakan ibadah yang disyariatkan sebagai rahmat, tambahan kebaikan, dan keutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).

Shalat Tahajud menjadi jalan hidup dan amalan rutin bagi orang-orang saleh (HR Tirmidzi); orang-orang besar (takwa) (QS Adz-Dzariyat [51]: 17-18); ’Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); dan menjadi salah satu ciri orang-orang yang memiliki kesempurnaan iman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).
Selain menjadi sumber energi keimanan, shalat Tahajud memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh orang-orang yang melaksanakannya. Pertama, menjaga kesehatan.
Sabda Nabi SAW, Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala penyakit dari tubuh.”

Kedua, merawat ketampanan/kecantikan. Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan/cantik di siang hari.” (HR Ibnu Majah). Ketiga, meningkatkan produktivitas kerja. Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya.

Pada akhirnya, dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah SWT berfirman kepada para Malaikat-Nya, Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?” Mereka menjawab, Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.” Allah berfirman, Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).

Kelima, melembutkan hati yang keras. Dari Abu Hanifah, Saya tidak lebih dari satu ayat yang saya baca ketika melakukan shalat malam.” Satu ayat tersebut dibaca berulang-ulang semalam suntuk, Sesungguhnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” (QS Al-Qamar [54]: 46). Karena itu, bersegeralah untuk menunaikan shalat Tahajud dan raih manfaatnya (balasannya) (QS As-Sajdah [32]: 17). Wallahu a’lam.

Ungkapan Syukur Sahnya UU Pesantren Santri Mambaul Maarif Potong Rambut Bareng



 Ratusan santri Hifdzul Qur'an asrama 'Sunan Bonang' Ponpes Mamba'ul Ma'arif, yang berada di Jalan KH. Bisri Syansuri, Denanyar, Kabupaten Jombang ini potong rambut bersama sebagai
ungkapan rasa syukur telah di Sahkan UU Pesantren dan menyongsong hari santri 22 Oktober.

Dengan menggandeng lebih dari 15 ahli potong rambut profesional yang tergabung dalam BarberShop Jombang, sebanyak kurang lebih 300 santri ini sangat antusias mengantri menunggu giliran potong rambut yang terbagu dalam beberapa shift yang dimulai sejak pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Salah satu santri, Muhammad Zidan merasa senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap pesantren. Dengan disahkannya UU Pesantren pendidikan di pesantren sekarang menjadi setara dengan pendidikan umum diluar pesantren. Serta menjadi penguat pendidikan di Indonesia beradab dan berakhlakul karimah.

"Alhamdulillah, kami merasa sangat senang, sebab sekarang pendidikan kami bisa setara dengan pendidikan umum," ungkapnya.

Sementara Pengasuh asrama Sunan Bonang H Jauharul Afif atau Gus Afif mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah dan mengucapkan rasa syukur dengan disahkannya UU Pesantren.
"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur Pemerintah sudah mengesahkan UU Pesantren," tuturnya kepada.

Dengan disahkan UU ini, Gus Afif membeberkan bahwa hari ini pendidikan pesantren sudah diakui oleh Pemerintah. Sehingga membantu terlaksananya segala kegiatan di pesantren, baik masalah pendanaan dan sebagainya, karena pesantren merupakan benteng dari NKRI.

"Pesantren merupakan salah satu penopang dalam kemerdekaan Republik Indonesia, karena sejarah bangsa ini tidak terlepas dari  jasa santri dan peran Para Kiai (Ulama)," imbuhnya

Selain ungkapan rasa syukur atas di Sahkan UU Pesantren, kegiatan potong rambut santri bersama-sama ini juga sebagai bagian rangkaian bakti sosial kelompok BaberShop di Jombang dalam menyongsong hari santri nasional.

Iya, ini memang satu rangkaian menyemarakkan hari santri nasional," tambah Gus Afif.
Dengan memotong rambut ini, Pengasuh Pondok Hifdzul Quran Sunan Bonang Ponpes Mambaul Maarif ini menilai bahwa seorang santri agar menjadi santri yang ideal berawal dari penampilan sesuai dengan karakter santri.

"Kalau rambut sudah rapi, maka masyarakat yang melihat juga akan senang. Sebab itu mencerminkan serta membedakan seorang santri dengan mereka yang rambutnya kurang rapi. Rambut rapi menjadi santri yang ideal," pungkasnya.

Sambut UU Pesantren, Ratusan Santri Di Jombang Potong Rambut Massal



Jombang: Ratusan santri dari Yayasan Hifdzul Qur’an ‘Sunan Bonang’ Ponpes Mamba’ul Ma’arif, yang berada di Jalan KH. Bisri Syansuri, Denanyar, Kabupaten Jombang, memotong rambutnya secara massal.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena telah disahkannya Undang – undang Pesantren oleh Pemerintahan serta menyambut Hari Santri Nasional (HSN).

Dengan menggandeng lebih dari 15 ahli potong rambut profesional yang tergabung dalam Barber Shop Jombang, ratusan santri sangat antusias saat antri menunggu giliran potong rambut.

Pengasuh asrama Sunan Bonang Jauharul Afif (Gus Afif), mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah dan mengucapkan rasa syukur dengan disahkannya UU Pesantren.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur Pemerintah sudah mengesahkan UU Pesantren,” ucapnya saat ditemui kabarjatim.com di asrama santri Sunan Bonang, Jum’at 27/09/19.

“Dengan disahkan UU ini, maka pesantren sudah diakui oleh Pemerintah. Sehingga membantu terlaksananya segala kegiatan di pesantren, baik masalah pendanaan dan sebagainya,” imbuhnya.

Terkait potong rambut massal, pria yang akrab disapa dengan panggilan Gus Afif menjelaskan, seorang santri agar menjadi santri yang ideal berawal dari penampilan sesuai dengan karakter santri.

“Kalau rambut sudah rapi, maka masyarakat yang melihat juga akan senang. Sebab itu mencerminkan serta membedakan seorang santri dengan mereka – mereka yang rambutnya kurang rapi,” pungkasnya.

Terpisah, Muhammad Zidan, salah satu santri dari asrama tersebut mengaku senang dengan disahkannya UU Pesantren. Menurutnya, pendidikan di pesantren sekarangmenjadi setara dengan pendidikan umum diluar pesantren.

“Alhamdulillah kami merasa sangat senang, sebab sekarang pendidikan kami bisa setara dengan pendidikan umum,” ucapnya.(Noe)