Penerapan New Normal di Pesantren Denanyar Jombang


Jombang (asadenanyar.com) – Sejumlah santriwati menenteng koper sembari melangkah kaki menuju gerbang pesantren. Selain mengenakan masker, para santri tersebut juga menutup wajahnya menggunakan face shield (pelindung wajah).
Namun saat memasuki gerbang, langkah mereka harus terhenti. Sejumlah petugas yang sudah siaga langsung melakukan pemeriksaan. Sejumlah santri harus mencuci tangan terlebih dulu menggunakan sabun. Suhu tubuh mereka juga dicek menggunakan thermo gun.
Sedangkan tas bawaan santri dicek dan disemprot menggunakan cairan disinfektan. Jika semua beres, para santri diperkenankan masuk. Namun demikian persyaratan lain juga harus dipenuhi oleh santri. Di antaranya, membawa surat keterangan sehat.

Ketika sampai di pondok panitia akan melakukan sterilisasi terhadap barang bawaan dan sekaligus melakukan pengecekan kelengkapan yang dibawa oleh santri. Kelengkapan itu meliputi peralatan makan, vitamin, serta matras. “Selanjutnya, santri kembali menjalani karantina selama 14 hari di asrama masing-masing. Selama karantina, mereka tidak diperkenankan keluar,” katanya menambahkan.
Sudah berapa santri yang datang ke pesantren? Abdurosyd mengungkapkan, saat ini yang sudah datang sebanyak 150 orang santri putra dan putri. Mereka merupakan pengurus PPMM. Para pengurus ini sekaligus diberikan pemahaman penerapan new normal.
Baru pada 11 Juli 2020, gelombang pertama kedatangan santri PPMM dimulai. Jumlahnya antara 500 sampai 700 santri. “Saat datang ke pondok, santri harus memenuhi persyaratan di atas,” pungkasnya. [suf/kun]
video lengkap :


Artikel Lainnya