Ungkapan Syukur Sahnya UU Pesantren Santri Mambaul Maarif Potong Rambut Bareng



 Ratusan santri Hifdzul Qur'an asrama 'Sunan Bonang' Ponpes Mamba'ul Ma'arif, yang berada di Jalan KH. Bisri Syansuri, Denanyar, Kabupaten Jombang ini potong rambut bersama sebagai
ungkapan rasa syukur telah di Sahkan UU Pesantren dan menyongsong hari santri 22 Oktober.

Dengan menggandeng lebih dari 15 ahli potong rambut profesional yang tergabung dalam BarberShop Jombang, sebanyak kurang lebih 300 santri ini sangat antusias mengantri menunggu giliran potong rambut yang terbagu dalam beberapa shift yang dimulai sejak pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Salah satu santri, Muhammad Zidan merasa senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap pesantren. Dengan disahkannya UU Pesantren pendidikan di pesantren sekarang menjadi setara dengan pendidikan umum diluar pesantren. Serta menjadi penguat pendidikan di Indonesia beradab dan berakhlakul karimah.

"Alhamdulillah, kami merasa sangat senang, sebab sekarang pendidikan kami bisa setara dengan pendidikan umum," ungkapnya.

Sementara Pengasuh asrama Sunan Bonang H Jauharul Afif atau Gus Afif mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah dan mengucapkan rasa syukur dengan disahkannya UU Pesantren.
"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur Pemerintah sudah mengesahkan UU Pesantren," tuturnya kepada.

Dengan disahkan UU ini, Gus Afif membeberkan bahwa hari ini pendidikan pesantren sudah diakui oleh Pemerintah. Sehingga membantu terlaksananya segala kegiatan di pesantren, baik masalah pendanaan dan sebagainya, karena pesantren merupakan benteng dari NKRI.

"Pesantren merupakan salah satu penopang dalam kemerdekaan Republik Indonesia, karena sejarah bangsa ini tidak terlepas dari  jasa santri dan peran Para Kiai (Ulama)," imbuhnya

Selain ungkapan rasa syukur atas di Sahkan UU Pesantren, kegiatan potong rambut santri bersama-sama ini juga sebagai bagian rangkaian bakti sosial kelompok BaberShop di Jombang dalam menyongsong hari santri nasional.

Iya, ini memang satu rangkaian menyemarakkan hari santri nasional," tambah Gus Afif.
Dengan memotong rambut ini, Pengasuh Pondok Hifdzul Quran Sunan Bonang Ponpes Mambaul Maarif ini menilai bahwa seorang santri agar menjadi santri yang ideal berawal dari penampilan sesuai dengan karakter santri.

"Kalau rambut sudah rapi, maka masyarakat yang melihat juga akan senang. Sebab itu mencerminkan serta membedakan seorang santri dengan mereka yang rambutnya kurang rapi. Rambut rapi menjadi santri yang ideal," pungkasnya.

Artikel Lainnya